BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah sangat dirasakan kehangatannya oleh masyarakat Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Bengkalis. Pasalnya tradisi baraan yang menjadi bagian dari kearifan lokal, masyarakat Pulau Bengkalis hingga kini masih terus dipertahankan dan terjaga dengan baik.
Tradisi baraan dilakukan dengan cara berkelompok, di mana warga secara bersama-sama bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah lainnya, mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat nilai keagamaan melalui silaturahmi.
Seperti yang terlihat di Dusun Mekarsari, Desa Muntai, Kecamatan Bantan, ratusan warga yang tergabung dalam Jamaah Musala Al-Muflihun mengikuti kegiatan baraan dengan penuh antusias. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pemuda, tetapi juga orang tua hingga ibu-ibu, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan lintas generasi.
Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyambut baik pelaksanaan tradisi tersebut. Dirinya juga mengapresiasi upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Meski demikian, Nurin juga menekankan pentingnya penyempurnaan dalam aspek syiar Islam agar nilai-nilai keagamaan semakin terasa dalam pelaksanaannya. "Alhamdulillah kegiatan Baraan selesai selama empat hari setengah. Ini yang paling cepat dalam sekarang. Bisanya memakan waktu satu pekan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Mekarsari, Azman, juga menyampaikan rencana evaluasi untuk pelaksanaan ke depan. Pihaknya mengusulkan agar durasi kegiatan Baraan tahun mendatang disesuaikan menjadi empat hari, dengan mempertimbangkan kondisi waktu dan kesehatan peserta.
Selain itu, Azman juga mengimbau agar setiap rumah yang menjadi lokasi singgah dapat menyediakan pengeras suara sederhana. Hal ini bertujuan agar lantunan doa dan syiar yang disampaikan dapat didengar oleh masyarakat sekitar.
Namun, Azman menegaskan bahwa hal tersebut tidak bersifat wajib dan hanya sebagai anjuran jika memungkinkan. Ia juga mengingatkan, momentum Ramadan dan Idulfitri seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Ia berharap tradisi seperti Baraan dapat menjadi sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Yang paling utama, saya berharap Ramadan dan Idulfitri ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa," ujarnya.
Editor : Rinaldi