BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sampai saat ini kondisi cuaca di Pulau Bengkalis cukup ekstrem dan sudah satu bulan lebih tak kunjung turun hujan. Bahkan langit di Pulau Bengkalis sudah mulai ditutupi kabut asap tipis.
Kondisi ini juga diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan kebun milik warga di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan dan Desa Pelkun Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Kamis (2/4/2026).
Karhutla di desa tersebut, sudah berlangsung selama sepekan. Saat ini kondisinya makin meluas dan menghanguskan belasan hektare kebun sawit warga. Bahkan memasuki hari ke-7 kejadian kebakaran, masyarakat dibantu TNI, Polri, BNPB, Damkar, MPA dan elemen lainnya terus berjibaku memadamkan api.
Baca Juga: Pilkades Serentak 2027, Pemkab Bengkalis Matangkan Anggaran Pengamanan
Namun, sejauh ini belum nampak tanda-tanda api bakal padam secara menyeluruh. Kondisi ini diperparah karena lokasi kebakaran merupakan tanah gambut yang sudah kering karena sudah lama tidak turun hujan.
Yandi, salah seorang warga Desa Teluk Lancar meminta Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dapat menurunkan alat berat untuk membuat parit agar kebakaran tidak semakin luas.
Menurutnya, saat ini api sudah mendekati perkampungan yang membuat warga semakin khawatir atas keselamatan keluarga dan rumah mereka. Karena jika ini tidak diantisipasi segera maka dapat menyebabkan kebakaran rumah warga setempat.
Baca Juga: 5 Hari Pelaksanaan OMC di Riau, Total 11 Ton Garam Telah Disemai di Langit
Yandi mengatakan, masyarakat Desa Teluk Lancar sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah berjibaku membantu pemadaman, tetapi masyarakat juga berharap juga kepada pemerintah untuk bisa menurunkan bantuan alat berat supaya kondisi di lapangan bisa diatasi secara maksimal.
"Ya, sebaiknya Pemkab Bengkalis menurunkan alat berat membuat parit untuk mencegah meluasnya kebakaran," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, Kapolsek Bantan Iptu Iskandar ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya masih kesulitan memadamkan api di lokasi karhutla. Bahkan petugas secara beramai-ramai memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Baca Juga: Polres Pelalawan Limpahkan Kasus Penggunaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD ke Kejaksaan
Iskandar mengaku, korban api Karhutla sudah mendekati perkampungan masyarakat. Namun, belum ada permintaan alat berat dari warga.
Terkait teknis pemadaman, di samping memadamkan lahan kebun yang terbakar, tim yang saat ini tengah berada di lapangan terlebih dahulu memadamkan api yang mengarah ke perkampungan untuk mengantisipasi agar api tidak menjamah rumah warga. "Kita dahulukan pemadaman api yang mengarah ke perkampungan agar tidak menjalar ke rumah warga," jelasnya.
Iskandar juga mengaku, belum mendapat informasi adanya permintaan alat berat dari warga. Namun demikian, pihaknya sangat mendukung permintaan tersebut. Untuk itu, ia berharap agar disampaikan saat ada pertemuan atau saat sama-sama memadamkan api. "Jika ada permintaan sampaikan saja, biar kita koordinasikan dengan instansi terkait," jelasnya.
Baca Juga: Penerima Bantuan Pangan Rohul 2026 Naik Jadi 51.184 KPM, Ini Penjelasan Kepala Bulog Cabang Kampar
Menurut Iskandar, sudah sebulan ini tidak turun hujan dikawasan tersebut dan membuat petugas kesulitan memadamkan api. Karena musim panas yang cukup panjang areal yang sudah padam, tak lama kemudian muncul lagi titik api.
"Di desa lain turun hujan, di Desa Teluk Lancar tak ada hujan. Jadi areal yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi titik api," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Salman melalui Manajer Pusdalps-PB BPBD Bengkalis Erzansyah mengatakan, saat ini di empat kecamatan yang masih dilakukan pemadaman yakni Kecamatan Rupat seluas 50 Ha. Karhutla berada di Desa Sukarjo Mesim, Desa Teluk Lecah, Kelurahan Pergam. Kecamatan Bengkalis seluas 42 Ha, berada di Desa Pedekik dan Kelemantan. Kecamatan Rupat Utara luas 25 Ha, ada di Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar dan Kecamatan Bantan seluas 12 Ha di Mesa Muntai dan Teluk Lancar, dengan total lahan terbakar mencapai 132 Ha.
Baca Juga: Tuntaskan Ranperda, DPRD Rohil Resmi Bentuk Tiga Pansus
"Sampai saat ini api masih melahap lahan gambut dan dari pekan lalu luas lahan yang terbakar hanya 105,3 hektare, sekarang bertambah menjadi 132 hektare lebih di empat kecamatan," ujar Erzansyah, Kamis (2/4) sore.
Ia menyebutkan, Karhutka di Kecamatan Rupat sudah masuk hari ke-23 sejak 9 Maret sampai 2 April 2026. Lokasi 1 di Jalan Baru RT11/RW06 Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo Mesim.
"Lahan yang terbakar merupakan perkebunan sawit dan semak belukar, dengan vegetasi perkebunan sawit dan semak belukar. Tipe kebakaran atas dan bawah, luas kebakaran 25 Ha. Luas yang sudah dipadamkan 25 Ha, dan luas pendinginan luas 2 Ha," jelas Erzan.
Baca Juga: Kejari Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Kantor Satpol PP Bengkalis
Sedangkan di lokasi 2 yang terjadi sejak Rabu (18/3) dan sampai Rabu (1/4) sore, di Jalan Meranti RT08/RW03, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, di lahan masyarakat dengan luas kebakaran lebih kurang 10 Ha, luas dipadamkan 4 Ha, luas pendinginan 6 Ha.
Di lokasi 3, yang terjadi sejak Ahad (22/3) sampai sekarang di Jalan Perjuangan RT15/RW06 Dusun Mekar Sari, Kelurahan Teluk Lecah. Terbakarnya perkebunan sawit dan semak belukar, luas kebakaran 15 Ha, luas dipadamkan 6 Ha dan luas pendinginan 9 Ha.
Sedangkan kebakaran lahan di Kecamatan Bengkalis yang terjadi sejak, Senin (23/3) sampai saat ini, lokasi 1 di Jalan Geriliya Dusun IV Kelapasari RT11/RW06, Desa Pedekik. Lahan yang terbakar semak belukar milik masyarakat dan kondisi tanah gambut, luas kebakaran 27 Ha, luas dipadamkan 16 Ha, luas pendinginan 11 Ha.
Baca Juga: 5 Makanan Ini Bantu Tubuh Tetap Berenergi dan Bertenaga Seharian, Apa Saja?
"Kondisi terkini titik api dan asap masih ada. Saat ini tim satgas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terbakar. Masalahnya, sumber air sulit dan asap tebal," jelas Erzan.
Ia berharap agar dalam waktu dekat ini terjadi hujan, sehingga api dapat segera padam. Jika tidak ada bantuan hujan dari langit, maka api akan terbit berkembang dan sulit dipadamkan.
Ia mengatakan, kondisi panas membuat lahan yang terbakar di Pulau Bengkalis ada di Desa Teluk Pambang, Teluk Lancar, Desa Pelkun dan ada di Kecamatan Pinggir di Desa Buluh Apo. Saat ini api sulit dipadamkan, karena sumber air yang sangat jauh dan kering sehingga api terus meluas. "Kami berharap hanya hujan yang bisa memadamkan api. Karena kondisi lahan kering, api dengan mudah membesar. Meski saat ini ada hujan di pulau, tapi tak merata dan intensitasnya sangat rendah," jelasnya.
Editor : Rinaldi