Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Psikolog Periksa Kejiwaan Tersangka Pembunuhan Ayah Kandung di Tasik Serai Bengkalis

Abu Kasim • Kamis, 9 April 2026 | 09:23 WIB
Tim Psikolog Polda Riau melakukan tes kejiwaan kepada tersangka pembunuhan ayah kandungnya di Kantor Polres Bengkalis, Rabu (8/4/2026).(Polres Bengkalis)
Tim Psikolog Polda Riau melakukan tes kejiwaan kepada tersangka pembunuhan ayah kandungnya di Kantor Polres Bengkalis, Rabu (8/4/2026).(Polres Bengkalis)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pascaterungkapnya kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pihak kepolisian kini memfokuskan penanganan pada pemeriksaan kondisi psikologis tersangka pada, Rabu (8/4/2026).

Tim Psikologi SDM Polda Riau diterjunkan untuk melakukan asesmen, yang dipimpinan Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Dr Winarko Mpsi. Mereka melakukan pendalaman terhadap tersangka, yang merupakan anak kandung korban.

Pemeriksaan ini bertujuan, untuk mengetahui kondisi kejiwaan, stabilitas emosi, serta faktor-faktor psikologis yang kemungkinan melatarbelakangi tindakan kekerasan tersebut.

 Baca Juga: Si Jago Merah Hanguskan Satu Rumah Warga di Pangean, Suhardiman Amby Minta Bantuan Segera Disalurkan

"Ya, terus kami dalam motifnya. Bahkan Tim Psikologi Polda Riau sudah turun langsung memeriksa kejiwaan tersangka. Tapi kami belum mengetahui hasilnya," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, selain sebagai bagian dari proses penyidikan, hasil pemeriksaan psikologis ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan hukum selanjutnya

"Tim melakukan serangkaian metode, mulai dari wawancara, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi mental tersangka," jelasnya.

 Baca Juga: Leg Pertama Perempatfinal Liga Champions: Juara Bertahan PSG Mendominasi Liverpool yang Minim Peluang

Kapolres menyatakan, bahwa langkah ini penting untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek psikologis pelaku.

Saat ini, kata Kapolres, tersangka masih diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Bengkalis, sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan psikologis oleh tim ahli.

Ia menyebutkan, peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bersama akan pentingnya kesehatan mental, dalam lingkungan keluarga sebagai upaya pencegahan terjadinya tindakan kekerasan.

Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (7/4/2026) siang. Seorang pria bernama Rijal Pasaribu (47) ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di dalam rumahnya sendiri, diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya.

 Baca Juga: Advokat Siap Buktikan Tak Bersalah, Abdul Wahid Bantah Narasi Jawaban Nota Perlawanan Jaksa

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan, bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pada pukul 13.19 WIB. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel Bhabinkamtibmas dan piket fungsi yang langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan luka yang sangat parah. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher yang menyebabkan kematian di tempat. Bahkan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan bagian leher hampir terputus.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, diketahui bahwa sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dengan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui meminta sejumlah uang dan sempat terjadi cekcok. Setelah itu, istri korban pergi ke ladang meninggalkan korban bersama anaknya di rumah.

Diduga, pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial RMMP (19) yang saat itu berada di rumah, kemudian melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat korban sedang tertidur di dalam kamar, pelaku mengambil sebilah parang dari gudang dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok korban berkali-kali pada bagian kepala dan leher.

 Baca Juga: Tragedi  SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak jadi Refleksi Bersama, Psikolog Ingatkan Pentingnya Pendampingan hingga Safety Culture

Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius. Hasil visum sementara menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Tidak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polisi juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti dan pelaku.

Hingga saat ini, motif pasti dari peristiwa tragis tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan berujung hilangnya nyawa.

Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.(ksm)

 

 

Editor : Edwar Yaman
#Tasik Serai #anak bunuh ayah kandung #psikolog #bengkalis #tes kejiwaan