Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Bengkalis Desak Direktur PDAM Mundur

A
Penulis: Abu Kasim❯
Suasana rapat lintas komisi DPRD Bengkalis bersama Direktur PDAM Tirta Terubuk Abel Iqbal di Bengkalis, Senin (6/4/2026) sore. Rapat  mendesak Direktur PDAM Tirta Terubuk mundur dari jabatannya. (ABU KASIM/RIAUPOS)
Suasana rapat lintas komisi DPRD Bengkalis bersama Direktur PDAM Tirta Terubuk Abel Iqbal di Bengkalis, Senin (6/4/2026) sore. Rapat mendesak Direktur PDAM Tirta Terubuk mundur dari jabatannya. (ABU KASIM/RIAUPOS)

Advertisement

 
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Bengkalis, mendesak Direktur Perumda Tirta Terubuk Bengkalis Abel Ikbal mengundurkan diri dari jabatannya. Karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan air bersih yang saat ini mengalami krisis air baku di waduk. 

Dalam RDP lintas komisi, yang berlangsung, Senin (6/4) sore, para legislator melontarkan kritik tajam sekaligus mengultimatum dan menuntut langkah nyata setelah berulang kali persoalan distribusi air bersih tak kunjung selesai.

“Ini untuk yang ketiga kalinya dipanggil, manajemen Perumda Tirta Terubuk Bengkalis kembali dihadapkan pada evaluasi terbuka. Namun hingga kini, solusi konkret yang diharapkan belum juga terlihat, sementara kondisi di lapangan masih jauh dari kata normal,” kata Anggota Komisi II DPRD Bengkalis Firman. 

Advertisement

Ia menegaskan, di tengah kekeringan sumber air baku yang belum pulih, bahkan kian berlumpur, membuat distribusi tersendat. Situasi ini menegaskan  persoalan yang terjadi tidak lagi semata bersifat teknis, melain­kan mencerminkan lemahnya respons yang cepat, terukur dan berorientasi pada hasil. 

Dia menilai manajemen Perumda Tirta Terubuk masih terjebak dalam pola kerja pasif dan tidak adaptif terhadap si­tuasi krisis air baku. “Kalau hal sederhana saja tidak bergerak, bagaimana mau bicara solusi besar? Kerja itu dimulai, bukan ditunggu,” tegasnya. 

Advertisement

Ia mengatakan, saat dicarikan solusi agar belajar dengan daerah lain, malah tidak hadir. Tapi saat dihadapkan dengan persoalan air baku yang kurang, langkah yang dilakukan sangat lamban. Bahkan hanya untuk membangun sumur bor saja banyak retorikanya.  

“Malah menunggu sambu­ngan  pipa suplai air baku yang ada di waduk PT Meskom yang menelan anggaran,” tegasnya. 

Pimpin rapat Fakhtiar Qodri mengungkapkan,  forum rapat secara tegas menolak pola pena­nganan yang terus berulang dalam bentuk alasan tanpa diikuti tindakan nyata. Ia menilai, berlarutnya persoa­lan menunjukkan kurangnya ketegasan dalam pengambilan keputusan.

“Air kebutuhan pokok ma­syarakat yang pelanggannya mencapai 5.000 rumah tangga. Tidak ada ruang untuk alasan yang terus diulang. Yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan dan tindakan nyata,” tegas Fakhtiar. 

Ia mengingatkan, keterlambatan penanganan tidak hanya berdampak pada terganggunya pelayanan, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terha­dap Perumda Tirta Terubuk Bengkalis. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka krisis yang dihadapi bukan hanya soal air, melainkan juga krisis kepercayaan publik. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Komisi I dan Kesbangpol Bengkalis Perkuat Koordinasi 

Komisi I dan Kesbangpol Bengkalis Perkuat Koordinasi 

Komisi I DPRD Bengkalis dan Kesbangpol Riau memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas politik, demokrasi, dan kerukunan masyarakat.

Momen Hari Jadi, Perkuat Sinergisitas Antardaerah

Momen Hari Jadi, Perkuat Sinergisitas Antardaerah

Pimpinan DPRD Bengkalis menghadiri HUT ke-27 Kabupaten Siak dan Pelalawan untuk memperkuat sinergi antardaerah dan mendukung pembangunan

Infrastruktur dan Pelayanan Dasar Jadi Keluhan Masyarakat Bengkalis

Infrastruktur dan Pelayanan Dasar Jadi Keluhan Masyarakat Bengkalis

Reses DPRD Bengkalis mengungkap keluhan masyarakat terkait infrastruktur, pelayanan dasar, pendidikan, UMKM, dan pemberdayaan ekonomi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer