BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kerja keras Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkoba mendapat apresiasi tinggi, dari Pimpinan DPRD Bengkalis Fraksi Gerindra. Keberhasilan mengungkap ratusan kasus narkotika, dinilai sebagai bukti nyata komitmen penegakan hukum, dalam memperkuat keamanan nasional dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis dari Fraksi Gerindra, Hendrik Firnanda Pangaribuan, kepada Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar beserta seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Bengkalis.
"Ya, sejak kepemimpinan Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar, upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Bengkalis menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data periode Januari hingga 31 Maret 2026, tercatat 228 kasus narkoba berhasil diungkap," ujar Hendrik Firnanda Pangaribuan, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Naik Lagi, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp4.116 per Kg
Dari jumlah tersebut, Polres Bengkalis menangani 62 kasus, sedangkan jajaran Polsek mengungkap 166 kasus. Sebanyak 253 tersangka juga berhasil diamankan dari berbagai pengungkapan tersebut.
Tak hanya itu, aparat turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya, ganja sebanyak 2.217,02 gram, Sabu 50.072,06 gram, Etomidate 3.240 gram, Ekstasi 40.253 butir.
“Ini capaian luar biasa. Kami sangat mengapresiasi Kapolres Bengkalis beserta jajaran yang terus bekerja keras memerangi narkoba di daerah ini,” jelas Hendrik.
Ia menegaskan, DPRD Bengkalis siap memberikan dukungan penuh jika dibutuhkan, baik melalui kebijakan anggaran maupun sistem pendukung lainnya.
Baca Juga: Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Polisi Temukan 2 Butir Ekstasi tanpa Pemilik
“Jika diperlukan bantuan dari DPRD, kami siap berkolaborasi, baik dari sisi anggaran maupun support system lainnya,” tegas Sekretaris DPD Gerindra Kabupaten Bengkalis itu.
Selain mengapresiasi kinerja kepolisian, Hendrik juga menyambut baik rencana pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) P4GN di Bengkalis yang digagas Kepala BNNK Dumai, AKBP Sasli Rais. Pembentukan ULT sangat penting sebagai langkah awal menuju berdirinya BNNK Bengkalis.
“Kita akan mendukung pembentukan ULT maupun BNNK di Bengkalis. Kalau tidak salah dulu sempat ada usulan ini di DPRD. Nanti akan kita cek lagi sejauh mana pembahasannya,” jelas Hendrik.
Baca Juga: Bersihkan Sampah di Teluk Kuantan Kuansing, Satu Unit Alat Berat Dikerahkan
Tak hanya fokus pada penindakan, Hendrik juga mendorong pembangunan balai rehabilitasi narkoba di Bengkalis. Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan agar korban penyalahgunaan narkoba dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
Ia mencontohkan, baru-baru ini dirinya memantau adanya penggerebekan terhadap sejumlah pemuda dan pelajar di salah satu kos-kosan di Kota Bengkalis yang diduga sedang menggunakan narkoba.
“Ini sangat bahaya untuk generasi muda. Pecandu dan pengedar harus ada solusi nyata di luar penindakan. Balai rehabilitasi narkoba di Bengkalis sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Selama ini, warga Bengkalis yang membutuhkan rehabilitasi harus dirujuk ke luar daerah seperti Batam dan Deli Serdang, yang sering terkendala biaya serta jarak tempuh.
Baca Juga: Bupati Meranti Pelajari Inovasi Wako Pekanbaru
“Kalau ada balai rehabilitasi di Bengkalis, tentu akan jauh lebih efektif. Banyak korban bisa segera ditangani tanpa harus keluar daerah,” jelas Hendrik.
Dengan sinergi antara kepolisian, DPRD, BNN, dan pemerintah daerah, Bengkalis diharapkan semakin kuat memerangi narkoba demi menciptakan generasi yang sehat dan masa depan daerah yang lebih baik.(ksm)
Editor : Edwar Yaman