Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dua Helikopter Water Boombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Rupat 

Abu Kasim • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:21 WIB
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama tim gabungan melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada, Kamis (4/6/2026). (Istimewa)
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama tim gabungan melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada, Kamis (4/6/2026). (Istimewa)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kondisi cuaca ekstrim dan sudah 15 hari tidak turun hujan membuat kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Pulau Rupat, tepatnya di lahan koridor hutan akasia liar sepadan PT SRL dan PT Priatama Kelurahan Tanjung Kapal, Kamis (4/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sudah masuk hari ke empat petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla yang membakar lahan koridor hutan akasi di sana. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api," ujar Kapolsek Rupat AKP Faisal, Kamis (4/6/2026) malam.

Ia mengatakan, luas lahan yang terbakar terus meluas dan mencapai lebih kurang 5 Ha, dengan kondisi lahan yang terbakar adalah semak belukar, akasia dan karet dengan jenis tanah gambut.

Baca Juga: Penguatan Literasi Era AI, Buku Autobiografi Saleh Djasit Jadi Inspirasi Pustakawan

Ia menyebutkan, petugas juga kesulitan memadamkan api, karena terpaan angin kencang yang berubah-ubah arah, sehingga membuat kobaran api sangat sulit dipadamkan 

Di sisi lain kata Kapolsek, pemilik lahan di lokasi kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan polisi. Karena lahan tersebut merupakan koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL yang ditumbuhi hutan akasia liar.

Ia mengatakan, untuk personel dalam kegiatan pendinginan di lokasi karhutla diantaranya Kepala Balai Pengendalian Karhutlah wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kapolsek Rupat AKP Faisal, personel Polsek Rupat 6 orang, koramil 04/Rupat 5 personel, BPBD Kecatan Rupat  7 orang, MPA Kelurahan Tanjung Kapal 4 orang, PT Priatama 15 orang, PT SRL 30 orang, masyarakat 40 orang, Manggala Agni 10 orang dan regu pemadam PT MMJ  3 orang.

Baca Juga: Dani Sebut Uang Rp1 Miliar untuk Operasional Wahid

Sedangkan peralatan yang digunakan di antaranya dua unit helikopter water boombing dari BPBD Riau, empat unit mesin tohatsu, 4 unit mesin ministrike, selang 20 rol milik perusahaan, 4 unit mesin maxtree, dua unit mesin mini strike Manggala Agni, 1 unit alat berat excavator milik PT Priatama Rupat.

"Saat ini diaplikasi DLK HS yang terpantau ada 8 hotspot, dengan status medium kuning. Adapun semua HS tersebut sudah terverifikasi dan sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas di lapangan," jelasnya.

Sedangkan kondisi terakhir kata Kapolsek,  lahan yang terbakar sebagian sudah padam, namun masih mengeluarkan asap dan masih dilakukan pendinginan. Pihaknya telah melakukan upaya pemadaman dengan Helikopter Water Boombing dari BNPB Provinsi Riau.

Baca Juga: Dukung MTQ Riau dan Pacu Jalur di Kuansing, Telkomsel Tambah Kapasitas Jaringan

Ia menjelaskan, di lokasi kebakaran sumber air sulit dan jauh dari kanal milik PT Priatama, namun tim pemadam berupaya untuk mencari sumber air yang terdekat dari lokasi pemadaman.

Kapolsek Rupat mengaku, tetap melakukan koordinasi dengan seluruh stake holder, pihak desa dan instansi terkait untuk upaya  mitigasi pemadaman dan pendinginan. Di lokasi cuaca panas dan angin berhembus kencang berubah arah serta sudah lebih kurang 16 hari tidak turun hujan.

"Pada saat proses pendinginan tidak terdapat korban jiwa dan semua petugas gabungan dalam kondisi baik dan semua kebakaran ini dapat diatasi oleh petugas gabungan yang jumlahnya cukup banyak," jelasnya.

Editor : Rinaldi
#karhutla #pulau rupat #helikopter water boombing #cuaca ektrem