Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Bengkalis Mulai Merangkak Naik

Abu Kasim • Kamis, 11 Juni 2026 | 17:53 WIB
Sejumlah bahan makanan pokok di Pasar Terubuk Bengkalis merangkak naik, Kamis (11/6/2026). (Istimewa)
Sejumlah bahan makanan pokok di Pasar Terubuk Bengkalis merangkak naik, Kamis (11/6/2026). (Istimewa)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Seiring melonjaknya berbagai bahan kebutuhan pokok dan juga kenaikan harga BBM jenis Pertamax Ron 92 atau dikenal masyarakat Pertamax biru, berdampak pada kenaikan harga di pasar tradisional di Pulau Bengkalis. 

Bahkan harga bahan pokok lebih tinggi lagi ketika pembeli membeli di warung kelontongan maupun penjualan di pinggir jalan. Bahkan kondisi harga bahan pokok di Pasar Terubuk Bengkalis berangsur mengalami kenaikan.

Dari pantauan di lapangan, harga yang mulai mengalami kenaikan adalah cabai merah keriting asal Bukittinggi, Sumbar, yang mencapai Rp70 ribu per Kg. Padahal pekan sebelumnya hanya berkisar di harga Rp45 ribu sampai Rp55 ribu per Kg.

Baca Juga: Wako Agung Siapkan 1.289 Lowongan Kerja dari 40 Perusahaan di HUT Kota Pekanbaru

Harga ini juga dipengaruhi oleh produksi pertanian lokal yang tidak tersedia di pasaran, sehingga mau tidak mau masyarakat harus membeli bahan pokok dari luar. 

Sedangkan harga bawang merah juga mengalami kenaikan, yakni mencapai Rp50 ribu per Kg. Sedangkan sebelumya berkisar Rp40 sampai dengan Rp45 ribu. Disusul kentang Rp22 ribu per Kg, sebelumnya Rp18 ribu per Kg, tomat Rp20 ribu per Kg sebelumnya Rp18 ribu per Kg.

"Semuanya naik dan stok pun berkurang. Kalau membeli dari agen tidak boleh banyak dan untuk dijual hari ini juga. Jika tak laku dikahwatirkan busuk dan rusak," jelas Uni Yati, pedagang cabai di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Kaji Penyalahgunaan Wewenang, JPU KPK Hadirkan Ahli Hukum Administrasi Negara pada Sidang Tipikor Abdul Wahid

Ia mengatakan, semua jenis bahan pangan, baik sayuran, ikan dan ayam semuanya naik. Tentu kondisi ini tak hanya memberatkan pedagang, tapi pembeli juga berat.

Sedang Weni, salah seorang pembeli di Pasar Terubuk Bengkalis mengeluhkan tingginya harga bahan pokok di pasar. Karena belanja untuk stok satu pekan saja tidak bisa dipenuhi jika membawa uang dari rumah hanya Rp300 ribu.

"Tak cukup untuk stok satu pekan. Ya paling bisa bertahan 3 hari belanja segitu. Karena semuanya serba mahal," jelasnya.

Baca Juga: 177 CPNS Meranti Mulai Latsar, Didominasi Tenaga Teknis dan Kesehatan

Di sisi lain, untuk memadukan perkembangan harga kebutuhan pangan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bengkalis yang terdiri dari unsur Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog Bengkalis, Dinas Ketahanan Pangan dan Polri, turun langsung ke sejumlah toko sembako dan lapak penjualan sayur-mayur di Pasar Terubuk Bengkalis.

Dari hasil pemantauan sejumlah komoditas kebutuhan pokok tercatat mengalami penurunan harga. Seperti yang disampaikan Analis Perdagangan Ahli Pertama pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Hindama Afada. 

Ia mengatakan harga minyak goreng curah turun dari Rp22 ribu menjadi Rp20 ribu per liter. Gula pasir curah juga mengalami penurunan dari Rp19 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras turun cukup signifikan dari Rp32 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

Baca Juga: Khalid Ali Dorong Wacana Gaji PPPK Ditanggung APBN Demi Ringankan Beban Fiskal Daerah Meranti

"Di sisi lain, beberapa komoditas sayur-mayur mengalami kenaikan harga. Tomat naik dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu  per kilogram, sedangkan bawang putih honan meningkat dari Rp32 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Untuk kacang panjang, harga justru turun dari Rp14 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Harga cabai merah keriting masih bertahan di angka Rp65 ribu per kilogram, sementara cabai rawit merah turun dari Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram," ujar Hindama.

Salah seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Terubuk, Zul, mengatakan kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas wortel dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram. Selain itu, bawang prei juga mengalami kenaikan dari Rp25 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium merek Cap Sawit dan Cap Ramos masih berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Satgas Pangan memastikan ketersediaan stok kebutuhan pangan di Kabupaten Bengkalis hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan di pasaran.

Editor : Rinaldi
#bahan pokok #Pasar Terubuk Bengkalis #merangkak naik