BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 yang mulai berlaku sejak empat hari lalu, membuat sejumlah pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Bengkalis banyak yang kaget.
Karena kenaikan tersebut, malah memaksa masyarakat untuk merogoh koceknya dalam-dalam untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
Seperti di Pulau Bengkalis, ketersediaan Pertamax RON 92 masih terbatas dijual di pasaran. Bahkan sampai saat ini, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM non-subsidi tersebut, yakni SPBU Jalan Lembaga Kota Bengkalis dan SPBU Desa Teluk Latak.
Baca Juga: Kinerja Satgas Anti Narkoba Pekanbaru di Semester I 2026 , Ungkap 74 Kasus dan Amankan 118 Tersangka
Namun anehnya, BBM jenis Pertamax Ron 92 tidak dijual di kedua SBPU tersebut. Bahkan BBM jenis Pertamax malah dijual oleh pengelola SPBU di kantornya di Jalan Sri Pulau dan tak sampai di SPBU.
Andi, salah seorang pemilik kendaraan roda empat mengaku, selama ini lebih sering membeli Pertamax dari pedagang eceran karena stok di SPBU kerap habis dan selalu kosong. Menurutnya, kenaikan harga di SPBU turut berdampak pada harga di tingkat pengecer.
"Saya biasa beli eceran saja karena lebih mudah didapat dan tanpa antrean. Tapi sejak harga naik semalam, jadi berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax," jelasnya, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Ketika Negara Lebih Murah Hati kepada Politik daripada Ilmu
Ia mengeluhkan, sebelum kenaikan harga, Pertamax di tingkat eceran dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Namun kini harga di SPBU telah mencapai Rp17 ribu per liter, sementara di pengecer berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
"Tentu kondisi ini tak sanggup lagi kalau harus beli dengan harga segitu. Sepertinya saya kembali menggunakan Pertalite saja," ucapnya.
Ia juga menilai antrean kendaraan di SPBU terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa, meskipun masih berada dalam area SPBU.
"Ya, ramai sepertinya hari ini (Sabtu). Biasanya di SPBU Selatbaru tidak seramai ini," ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Bengkalis, kondisi penyaluran BBM masih terbilang normal. Di SPBU Selat Baru, antrean kendaraan roda empat maupun roda dua masih terkendali dan tidak sampai meluber ke badan jalan.
Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, antrean kendaraan juga terpantau sepi dan terlihat ramai saat sore hari. Namun stok Pertalite sempat habis menjelang siang dan dijadwalkan kembali masuk pada sore hari.
"Pertalite habis pagi tadi. Semalam kami menerima pasokan sekitar 15 KL dan baru akan masuk lagi siang menjelang sore ini sebanyak 15 KL," jelas Ujang, pengelola SPBU Jalan Bantan.
Ujang mengatakan, kenaikan harga Pertamax belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi Pertalite. Kondisi antrean masih berlangsung seperti biasa.
"Kalau dibilang ramai, setiap ada pengiriman BBM memang selalu ramai. Tapi masih dalam kondisi normal. Bahkan pagi tadi stok masih tersedia hingga menjelang siang," jelasnya.
Ia memastikan pasokan Pertalite ke SPBU yang dikelolanya, berjalan lancar dengan pengiriman rutin setiap hari. Tapi kuotanya untuk Pertalite pengambilan disesuaikan kemampuan SPBU. Hanya solar saja yang dibatas untuk membelinya.
Baca Juga: Israel Didesak Buka Blokade di Jalur Gaza
"Kalau pasokan lancar. Setiap hari masuk sesuai pesanan, sekitar 15 KL. Di sini kami hanya melayani Pertalite dan solar," jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Lembaga. Hingga pukul 09.00 WIB, stok Pertalite telah habis terjual dan menunggu pasokan baru yang dijadwalkan tiba pada siang atau sore hari.
Sementara di SPBU jalan lembaga stok tersedia hanya 5 kl pertalite dan 5 kl Pertamax RON 95, dan ini dalam waktu beberapa jam akan habis.
"Semalam kami menerima sekitar 5 KL Pertalite. Sore kemarin terjual sekitar 4 KL dan pagi tadi sisa 1 KL langsung habis," ujar Fikram Hidayat, pengelola SPBU Jalan Lembaga.
Fikram menjelaskan, pihaknya dijadwalkan menerima dua mobil tangki Pertalite dengan total volume 10 KL pada hari yang sama. Selain itu, pasokan Pertamax RON 92 sebanyak 5 KL juga akan tiba.
"Hari ini juga ada pasokan Pertamax sebanyak 5 KL. Kalau kemarin tidak ada pengiriman Pertamax, hari ini baru masuk," jelasnya.
Ia memastikan, ketersediaan BBM subsidi, khususnya Pertalite, sejauh ini masih aman dan pasokan dari Pertamina berjalan lancar sesuai permintaan SPBU.
"Pertalite masuk setiap hari sesuai order yang kami ajukan. Sampai saat ini pasokan masih lancar. Kalau antre itu biasalah, karena sekarang kita tak menjual ke pengecer," ujarnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman