BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pagar pembatas di Pelabuhan BUMD PT BLJ di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis rusak parah ditabrak oleh Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sereia Domar milik PT Surya Timur Line (STL) yang ingin memarkirkan kapal di pelabuhan tersebut pada, Selasa (23/6/2026) lalu.
Dari pantauan di lapangan, pagar pembatas bagian pinggir pelabuhan sepanjang 15 meter, yang terbuat dari beton patah dan terlihat besi penahan bagian dalam pagar. Bahkan pasca ditabrak sampai Ahad (28/6/2026) belum ada tanda-tanda dilakukan perbaikan oleh pemilik kapal Roro tersebut.
KMP Sereia Domar melayani lintasan Air Putih Bengkalis–Sungai Selari, Bukit Batu, mengalami insiden saat hendak bersandar di Pelabuhan BUMD PT BLJ Air Putih, Kecamatan Bengkalis.
Baca Juga: PAD Pekanbaru Naik Jadi Rp1,2 Triliun Berkat Kebijakan Pro Masyarakat
Diduga kapal terdorong angin kencang dan arus pasang yang deras, hingga menabrak pagar Pelabuhan Kargo PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang mengakibatkan pagar mengalami kerusakan cukup parah.
Dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, maupun gangguan terhadap operasional kapal. Namun, benturan tersebut menyebabkan pagar besi dengan tiang cor beton di kawasan pelabuhan rusak berat.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Kepala UPT Pelabuhan RoRo Air Putih Bengkalis untuk membuat berita acara, sekaligus menghitung nilai kerugian akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Pria Paruh Baya di Tempuling Inhil Diamankan Bersama 280 Gram Sabu
"Kita sudah meminta Kepala UPT Pelabuhan untuk menyelesaikan administrasi kejadian ini dan membuat berita acara. Saat ini kami sedang menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan. Setelah nilainya diketahui, akan kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk dilakukan perbaikan," ujar Ardiansyah, Ahad (28/6/2026).
Ia menjelaskan, PT Surya Timur Line telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh, atas kerusakan fasilitas pelabuhan tersebut.
"Ya, pada prinsipnya pihak perusahaan siap bertanggung jawab dan bersedia melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Heboh! Tahanan Polres Bengkalis Meninggal saat Dirawat di RSUD, Begini Penjelasan Kasi Humas
Sementara itu, Manajer PT Surya Timur Line, Silaban, juga membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan kecelakaan terjadi akibat cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai pasang tinggi sehingga kapal sulit dikendalikan ketika akan merapat ke dermaga.
Ia menyebutkan, kejadian itu memang benar terjadi. Saat kapal hendak bersandar, kondisi angin sangat kencang dan air sedang pasang sehingga kapal sulit dikendalikan dan akhirnya membentur dinding pelabuhan hingga mengenai pagar.
Ia memastikan, insiden tersebut tidak mengganggu kondisi kapal maupun pelayanan penyeberangan kepada masyarakat.
Baca Juga: Hari Perdana MTQ Ke-44 Riau, 40 Peserta Terbaik Kafilah Kampar Mulai Bertanding
"Kapal tetap dalam kondisi aman dan masih dapat beroperasi melayani penyeberangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait langkah-langkah perbaikan pagar yang rusak," jelasnya.
Menurut Silaban, pihaknya kini tengah mencari pelaksana pekerjaan serta menyiapkan material agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan.
"Begitu tukang dan material sudah siap, kami akan langsung melakukan perbaikan sesuai hasil koordinasi dengan pihak terkait. Kami tetap bertanggung jawab atas kejadian ini," ucapnya.
Editor : M. Erizal