BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam pekan ini, warga Pulau Bengkalis benar-benar dibuat resah atas susahnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan di tingkat pengecer, harga pertalite dijual Rp25 ribu per liter.
Masyarakat Bengkalis kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite maupun Pertamax Ron 92. Ratusan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, mengantre panjang di dua SPBU Kota Bengkalis.
Pantauan di lapangan, mulai dari SBPU di Desa Teluk Latak, Desa Senggoro, Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis dan SPBU di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, antrean cukup panjang.
Sehari sebelumnya, antrean cukup memprihatinkan terjadi di SPBU Jalan Lembaga Desa Wonosari dan Jalan Bantan, Desa Senggoro. Ratusan kendaraan bermotor sudah berjejer sejak pukul 07.30 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, pintu SPBU belum juga dibuka. Tidak terlihat petugas standby di tempat pengisian BBM tersebut.
“Antre dah tiga jam di tengah terik matahari. Sampai sore belum juga masuk minyak. Karena terlambat masuk mobil tangki, maka masyarakat yang menjadi korbannya,” jelas Anto, salah seorang warga Senggoro.
Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah di Bengkalis Diperpanjang
Bahkan pantauan Riau Pos pada Kamis (2/7) seluruh penjualan eceran BBM di pinggir jalan tidak satupun ada yang menjual BBM. Kondisi ini membuat masyarakat panik dan resah, karena tak bisa bepergian jauh untuk melakukan aktifitas ke kantor maupun ke kebun.
“Semua tempat eceran kosong. Tak taulah ke mana hilangnya minyak. Tapi anehnya aparat penegak hukum tak ada melakukan upaya untuk menyelidiki kelangkaan BBM. Akibatnya masyarakat yang menderita,” ucap Hendri, warga Wonosari.
Baca Juga: 2.500 Hewan Liar dan Peliharaan Divaksin Rabies Gratis
Ia mengaku, kesulitan untuk mengantar istrinya bekerja dan bahkan untuk pergi berbelanja di pasar susah. Akibatnya dia harus berjalan kaki untuk membeli sesuatu di warung sembako.
Bahkan kondisi naas dialami Yandi, saat itu dirinya menggunakan mobil dengan kondisi minyaknya diposisi dua garis. Saat dalam perjalanan dari kota menuju ke Teluk Pambang, kondisi BBM mobilnya mulai kosong.
“Habis minyaknya di tangki. Parahnya lagi, di pinggir jalan pun minyak tak ada dijual. Akhirnya saya meminta bantuan teman untuk mencarikan minyak jenis pertalite,” ucapnya.
Menanggapi kondisi itu, Kadisdagprin Bengkalis Zulpan mengaku, setiap hari timnya turun ke lapangan memantau kelangkaan BBM. Namun pihaknya menilai, BBM yang masuk ke Pulau Bengkalis masih dalam kondisi normal
“Masih normal dan ini masalah keterlambatan masuknya BBM ke Pulau Bengkalis. Kalau memang ada penyelewengan silakan laporkan ke kami dan akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.(ksm)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian