Masyarakat Pesisir Didorong Kembangkan Olahan Biota Mangrove

Abu Kasim • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB
KUNJUNGAN: Rombongan YKAN berkunjung ke rumah warga suku asli yang merupakan penyuplai bahan dasar biota mangrove untuk diolah menjadi makanan tradisional Desa Teluk Pambang, Selasa (15/9/2026).(YKAN untuk riau pos)
KUNJUNGAN: Rombongan YKAN berkunjung ke rumah warga suku asli yang merupakan penyuplai bahan dasar biota mangrove untuk diolah menjadi makanan tradisional Desa Teluk Pambang, Selasa (15/9/2026).(YKAN untuk riau pos)

BANTAN (RIAUPOS.CO) - Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong masyarakat pesisir, untuk mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang juga mendorong masyarakat, agar tidak hanya menjaga kelestarian kawasan mangrove. Tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak. Salah satunya melalui pengembangan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi desa.

Baca Juga: TNI AL Bersinergi Bantu Warga Suku Asli Desa Bantan Timur

Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini telah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

”Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya, Selasa (15/9).

Baca Juga: Kejari Bengkalis Terima Aset Hibah Rp21,5 Miliar dari Pemkab Bengkalis

Indra menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pengelolaan mangrove diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

”YKAN bersama kami komit untuk terus mendo­rong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Tak Mau Bayar, Tukang Ojek Malah Dibacok Penumpangnya

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M Ilman mengungkapkan, rasa bangga sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bantan

 

 

Editor : Arif Oktafian
Teluk Pampang mangrove bengkalis bantan