Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

100 Drone Menari di Udara Pecahkan Rekor Dunia

Redaksi • Minggu, 17 Januari 2016 | 11:40 WIB
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -Jika tahun 2015 adalah tahun di mana drone jenis consumer mulai mengemuka, maka tahun 2016 ini adalah tahun dimana orang-orang dengan rasa ingin tahu dan kreativitas menggunakan pesawat udara tanpa awak (UAV) atau yang lebih dikenal dengan drone untuk dikembangkan melebihi batas-batas imajinasi manusia.

Itulah yang terjadi ketika Intel CEO Brian Krzanich meminta Intel Marketing Director of Perceptual Computing Anil Nanduri apa yang akan dia lakukan dengan 100 drone yang terbang. Krzanich ingin Nanduri menemukan cara bagaimana mendorong batas-batas dan menunjukkan cara baru yang menarik untuk merasakan dan mengalami keajaiban dari teknologi drone.

Nanduri kemudian melemparkan tantangan tersebut kepada tim kecil seniman dan peneliti teknologi di Ars Electronica Futurelab di Linz, Austria. Tim kecil tersebut kemudian menciptakan pertunjukan cahaya dengan drone terbang yang diiringi oleh orkestra.

Ketika 100 drone bercahaya menari dan membuat bentuk 3 dimensi dan menulis pesan di langit di atas kawasan Hamburg, Jerman pada awal November 2015 lalu, sebuah rekor dunia baru tercipta.

Dijuluki sebagai Drone 100, pertunjukan tersebut menciptakan Guinness World Record sebagai pesawat udara tanpa awak paling banyak yang diterbangkan bersamaan. Pravin Patel yang mewakili Guinness World Records juga hadir untuk melakukan verifikasi rekor dan memberikan rekor tersebut kepada Intel.

Ketika video Drone 100 ditayangkan pertama kalinya dalam sambutan Intel CEO Brian Krzanich di CES 2016 awal Januari kemarin, Krzanich menyatakan teknologi tersebut mendefinisikan ulang pertunjukan kembang api tanpa reisiko yang selama ini melekat pada pertunjukan kembang api tradisional.



“Teknologi lama bisa digantikan kreativitas baru dengan menggunakan drone. Ini adalah yang dimaksud dengan menciptakan ulang pengalaman menggunakan teknologi baru,” kata Krzanich.

Untuk mengubah ide-ide menjadi kenyataan, Horst Hoertner, Senior Director of Futurelab menyatakan bahwa dia fokus terhadap masa depan.

"Ini satu-satunya hal yang bisa diciptakan. Segala sesuatu yang lain sudah diciptakan. Harapan dan rasa ingin tahu adalah yang mendorong untuk membantu menyelesaikan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, "katanya.

Hoertner dan timnya yang terdiri dari 15 orang menyebut 100 drone tersebut sebagai "spaxels," singkatan dari "space pixels”. Dia mengatakan ingin menunjukkan bagaimana drone, yang dikenal banyak orang sebagai senjata, dapat digunakan untuk menciptakan keindahan dan pengalaman yang penuh makna secara sosial.
4 pilot menerbangkan 100 drone tersebut, yang dipimpin oleh Martin Morth, dan setiap pilot menerbangkan 25 drone di sebuah lapangan bola di Hamburg.

Tetapi sebelum 100 drone bisa mengudara dari lapangan, engineer membuat software yang memungkinkan drone untuk mengikuti jalur penerbangan, menghidupkan dan mematikan lampu dan bergerak ringkas dengan satu sama lain sesuai iringan musik orkestra yang dramatis.

"Kami mengembangkan sendiri software ground-controls," kata Andreas Jalsovec dari Futurelab, yang memimpin desain koreografi dan pertunjukan untuk Drone 100.

Dia menggambarkan sebagai software animasi yang membutuhkan kinerja komputasi yang kuat.


Editor : RP Redaksi
#intel