Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gerhana Matahari Total Akan Terjadi Besok, Lintasi Eropa, Afrika dan Asia

Redaksi • Jumat, 1 Agustus 2025 | 08:59 WIB
Jalur Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan melintasi tiga benua dengan durasi kegelapan hingga enam menit.
Jalur Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan melintasi tiga benua dengan durasi kegelapan hingga enam menit.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Gerhana matahari total akan terjadi Sabtu, 2 Agustus 2027. Peristiwa alam ini akan melintasi Eropa hingga Asia. Durasi gerhana dikabarkan menjadi yang paling lama.

Durasi totalitas mencapai 6 menit 23 detik. Dua kali lebih lama dari kebanyakan gerhana total. Gerhana matahari total biasanya hanya berlangsung kurang dari tiga menit. Durasi luar biasa panjang ini menjadikannya yang terlama sejak tahun 1991, dan rekor ini diperkirakan baru akan terpecahkan pada tahun 2114.

Dikabakan peristiwa alam ini akan dimulai dari Samudra Atlantik, menyentuh daratan pertama kali di Spanyol bagian selatan, lalu melintasi Afrika Utara, dan terus bergerak menuju wilayah Timur Tengah serta sebagian Asia.

Gerhana akan lewat jalur Eropa: Spanyol (selatan). Afrika: Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir dan Sudan. Sedangkan Asia, melintasi Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Bagi para pengamat langit dan pemburu gerhana, wilayah Luxor di Mesir menjadi salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena ini. Libya juga masuk rekomendasi pengamatan, karena jalur bayangan total akan melintasi area dengan visibilitas yang baik dan cakrawala terbuka.

Fenomena langka alam ini akan mengakhiri perjalanannya di Samudra Hindia, dekat Kepulauan Chagos. Jalur bayangan Bulan diperkirakan selebar 258 kilometer, dan akan menciptakan malam sejenak di siang hari di lokasi-lokasi tersebut.

Selain memiliki durasi kegelapan total lebih dari enam menit, kondisi cuaca di bulan Agustus yang cenderung cerah dan kering menjadikan kawasan ini ideal bagi observasi astronomi tanpa gangguan awan.

Durasi panjang dari gerhana ini bukanlah kebetulan, tetapi akibat dari kombinasi tiga fenomena astronomi langka yang disebut sebagai "trinitas kosmik":

Bumi di Aphelion: Saat itu, posisi Bumi berada di titik terjauh dari Matahari. Matahari terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya.

Bulan di Perigee: Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan bisa menutupi Matahari secara sempurna.

Lintasan Dekat Khatulistiwa: Jalur gerhana yang melintasi dekat garis khatulistiwa membuat bayangan Bulan bergerak lebih lambat di permukaan Bumi.

Sumber: Pojoksatu.id

Editor : Rinaldi
#fenomena alam #gerhana matahari #eropa