MAKASSAR (RIAUPOS.CO) — Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) tewas saat demo ricuh yang meluas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang berujung pembakaran gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel. Tiga orang ASN berasal dari Pemkot Makassar. Ketiganya terjebak kebakaran gedung DPRD Makassar.
Pembakaran pertama gedung DPRD Kota Makassar dilakukan usai Muspida setempat menggelar paripurna yang menyebabkan Wali Kota Makassar dan anggota DPRD berhamburan keluar.
Tak lama berselang, massa juga membakar gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berjarak sekitar 2,5 Km dari DPRD Makassar.
"Sebanyak delapan orang dievakuasi tim penyelamat usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia diduga terjebak di dalam ruangan saat terjadi kebakaran," kata Plt Pelaksana tugas BPBD Kota Makassar M Fadli di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Berdasarkan data, tiga orang korban tewas antara lain:
1. Sarinawati (26) jenis kelamin perempuan, Staf DPRD Makassar. Ditemukan tim evakuasi dalam kondisi hangus terbakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara.
2. Syaiful (43) laki-laki meninggal di rumah sakit Grestelina dalam kondisi terbakar. Korban diketahui Staf Kecamatan Ujung Tanah.
3. Abay laki-laki staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.
Selain tiga korban tewas, lima ASN lainnya mengalami luka-luka.
1. Budi Haryati (30) pegawai DPRD Makassar dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma.
2. Heriyanto (28) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Grestelina mengalami luka berat karena melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.
3. Sahabuddin (45) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Hermina mengalami kondisi sakit pada bagian pinggul karena melompat dari lantai 2 saat kebakaran berlangsung.
4. Arif Rahman Hakim (28) pegawai DPRD Makassar, luka sedang terkena lemparan batu dan telah dirawat di Rumah Sakit Grestelina.
5. Agus Setiwawan (32) pegawai DPRD Makassar mengalami sakit pada bagian punggung dan telah dirawat di Rumah Sakit Hermina.***
Editor : Edwar Yaman