JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Kehutanan main domino bersama tersangka pembalakan hutan, Azis Wellang. Menteri asal Kuansing Riau itu telah memberikan klarfikasi terkait hal itu. Meski begitu, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menyebut itu adalah tindakan tidak etis dan tidak patut seorang menteri tampak bersahabat dengan tersangka kejahatan pembalakan liar hutan.
Sebab, seharusnya para tersangka harus diawasi dan dihukum oleh aparat penegak hukum. Presiden Prabowo harus segera menindak tegas para menteri Kabinet Merah Putih yang bermasalah. Tindakan tegas itu berupa pencopotan terhadap menteri-menteri yang bersangkutan.
Demikian disampaikan Abdul Fickar Hadjar merespons foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding tengah main domino bersama tersangka kasus pembalakan liar hutan Azis Wellang.
“Ini harus menjadi perhatian Presiden Prabowo. Tidak pantas dan tidak etis, harus diberhentikan dan diganti,” tegas Fickar, Sabtu (6/9/2025).
Menurut Fickar, sangat tidak etis dan tidak patut seorang menteri tampak bersahabat dengan tersangka kejahatan pembalakan liar hutan. Sebab seharusnya para tersangka harus diawasi dan dihukum oleh aparat penegak hukum.
“Ini menteri-menterinya sudah menjelekkan dan menghina Presiden. Tidak etis dan tidak pantas menjadi pembantu presiden,” pungkasnya.
Foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding tengah main domino bersama Azis Wellang viral. Azis Wellang adalah tersangka kasus pembalakan liar hutan.
Raja Juli yang juga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) duduk satu meja bersama Azis Wellang dan dua orang lainnya. Dia tampak akrab dengan Azis Wellang dengan tampilan khas rambut uban putih. Sementara Raja Juli terlihat mengenakan batik coklat lengan panjang. Sedangkan Karding mengenakan baju putih lengan pendek.
Mereka disebut-sebut bermain domino pada 1 September 2025. Foto pertama kali dirilis Tempo. Pada November 2024, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Azis Wellang sebagai tersangka kasus pembalakan liar. Azis Wellang sendiri sebetulnya telah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Salemba Jakarta.
Raja Juli Antoni pun memberikan klarifikasi melalui akun Facebook-nya, Sabtu (6/9/2025).
"Terkait dengan berita Tempo “Menteri Kehutanan Main Domino dengan Tersangka Pembalak Liar” berikut klarifikasi saya," tulis Raja Juli Antoni.
Raja Juli mengawali klarifikasinya, ia sebelumnya janjian bertemu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.
"Mas Menteri Karding meminta saya “nyamperin” beliau di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dimana beliau pada saat ini menjadi Sekjennya," tulis Raja Juli.
Anak Riau dari Kuansing tersebut mengklaim, ia berdiskusi dengan Abdul Kadir Karding berdua saja di ruang bagian belakang lokasi pertemuan. Pembicaraan disebutnya berlangsung selama lebih 2 jam.
"Tidak ada tema diskusi kami menyangkut kasus pembalakan liar sama sekali. Mendekati jam 24.00 (12 malam) saya pamit pulang kepada beliau," sambung Menhut.
Kemudian, di ruang tamu diceritakannya lagi ramai orang. Beberapa orang katanya tampak sedang bermain domino. Ia pun mengaku diajak turut serta bermain dengan Menteri P2MI, dan menyudahi setelah dua kali putaran.
"Saya tidak kenal dengan 2 pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu," sambungnya dalam klarifikasi tersebut.
Konon, menurut Raja Juli, setelah berita ini beredar, ia baru tahu salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar.
"Bagi saya tidak ada sedikit pun ruang bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan. Saya akan tegakan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu. Demikian yang dapat saya sampaikan dengan sebenar-benarnya, secara faktual menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi pada tengah malam beberapa hari yang lalu," pungkasnya mengakhiri klarifikasi.***
Editor : Edwar Yaman