Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mujurnya Nisya si Pramugari Batik Air Palsu: Kini Dapat Pendidikan Gratis, Akan Dilatih di Aeronef Academy

Redaksi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:24 WIB
Foto viral perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air..
Foto viral perempuan cantik nyamar jadi pramugari Batik Air..

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nasib mujur bisa saja dialami siapa saja. Tidak terkecuali dengan Nisya, si pramugari Batik Air palsu. Ya, wanita bernama lengkap Khairun Nisya itu beberapa hari lalu viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air.

Kini, Nisya mendapat beasiswa pendidikan yang ditawarkan Aeronef Academy. Lembaga pelatihan awak kabin yang berbasis di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu menyiapkan paket pembinaan menyeluruh untuk membekali Nisya agar siap menempuh dunia penerbangan secara profesional dan legal.

Pengurus sekaligus pengajar Aeronef Academy, Miftakhul Rohmah, menjelaskan bahwa pihaknya melihat lebih dari sekadar kesalahan yang dilakukan Nisya. Di balik tindakan keliru itu, mereka menangkap ketulusan niat dan perjuangan seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya.

“Kami melihat niat dan perjuangan Nisya yang begitu besar. Di balik keterbatasan, tekanan, dan kesalahan yang ia lakukan, ada semangat, harapan, dan tekad jujur untuk memperbaiki masa depan,” ujar Miftakhul sebagaimana dikutip dari JawaPos.com.

Miftakhul Rohmah menjelaskan bahwa Nisya akan mendapatkan pendampingan intensif dari instruktur berpengalaman di bidang aviasi.

Program ini dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental dan karakter sebagai calon awak kabin.

“Kami menawarkan pendampingan instruktur berpengalaman, pengetahuan kebandarudaraan, pembentukan karakter, attitude, public speaking, hingga cabin announcement,” ujar Miftakhul.

Selain itu, Nisya juga akan dibekali simulasi wawancara kerja yang disesuaikan dengan standar maskapai, serta pembinaan bahasa Inggris secara intensif. Seluruh rangkaian ini ditujukan agar Nisya memiliki kesiapan yang matang saat kembali melamar pekerjaan di industri penerbangan.

“Kami berharap semua itu bisa menjadi bekal yang baik untuk Kak Nisa dalam melamar kerja berikutnya,” katanya.

Tak kalah penting, Aeronef Academy juga menaruh perhatian khusus pada aspek edukasi antipenipuan. Berkaca dari pengalaman Nisya yang sempat terjerat oknum rekrutmen berkedok 'jalur belakang', lembaga ini ingin membekali peserta didik dengan kemampuan mengenali lowongan kerja palsu.

“Untuk yang tergoda oknum yang menawarkan jalur belakang, mungkin ini salah satu fungsi kami sebagai lembaga pendidikan. Kami membekali peserta agar bisa mengidentifikasi lowongan kerja palsu atau yang berpotensi merugikan,” jelas Miftakhul.

Baca Juga: Rayakan HUT Riau Pos Ke-35, Indocafe Sajikan Tiga Varian Coffee Spesial

Semua program tersebut akan diberikan secara gratis kepada Nisya melalui skema beasiswa penuh. Aeronef Academy menegaskan bahwa tidak ada biaya pendidikan yang dibebankan sama sekali.

Sebagai gambaran, Miftakhul menyebut bahwa program reguler di Aeronef Academy berdurasi tiga bulan dengan biaya sekitar Rp21 juta dan bersifat all-in tanpa pungutan tambahan. Namun dalam kasus Nisya, seluruh biaya tersebut ditiadakan.

“Semua program itu akan kami berikan gratis,” tegasnya.

Melalui beasiswa ini, Aeronef Academy berharap Nisya tidak hanya memperoleh keterampilan profesional, tetapi juga pemahaman yang lebih utuh tentang dunia kerja penerbangan, termasuk pentingnya proses yang jujur dan resmi.

Kasus Nisya pun kini memasuki babak baru. Dari kisah viral yang penuh kontroversi, ia berpeluang menata ulang masa depan dengan bekal pendidikan, pendampingan, dan arah yang lebih jelas. Namun demikian, pihak Aeronef Academy menyebut kalau pihaknya belum berhasil membuka jalur komunikasi dengan Nisya.

Proses tersebut dilakukan secara empatik, dengan tetap menghormati ruang pribadi dan kondisi emosional yang tengah ia hadapi pascaviral.

“Kami masih berusaha menjalin komunikasi secara langsung. Semua kami lakukan dengan penuh empati dan kehati-hatian,” jelasnya.

Aeronef Academy bahkan membuka ruang kepada publik yang mungkin memiliki akses komunikasi dengan Nisya, agar pesan dukungan tersebut dapat tersampaikan.***

Editor : Edwar Yaman
#Aeronef Academy #pramugari batik air #pendidikan gratis #Khairun Nisya