BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat, untuk lebih selektif dalam memilih tempat hiburan yang sesuai dengan nilai sosial, budaya dan moral masyarakat Melayu. Jika tidak, makan dapat menjerumuskan pelakunya kepada hak-hal yang tak diinginkan.
"Ya, imbauan ini menyusul maraknya tempat hiburan malam (THM) yang dinilai tidak sesuai dengan norma adat. Juga dapat berdampak negatif pada generasi muda," tegas Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis, Syaukani Alkarim, Ahad (26/10/2025).
Menurutnya, LAMR memberikan perhatian khususnya kegiatan hiburan malam yang menggunakan musik DJ hingga larut malam, yang tidak hanya mengganggu ketenangan masyarakat tetapi juga dinilai meresahkan dan berpotensi merusak mental generasi muda.
Baca Juga: Puluhan Pejabat Struktural Universitas Hang Tuah Pekanbaru Dilantik
Oleh karena itu, LAMR Bengkalis menyatakan sikap tegas untuk membatasi kegiatan-kegiatan hiburan semacam itu.
“Sebagai penjaga marwah dan moral masyarakat Melayu, kami mengajak warga agar lebih bijak dan memilih hiburan. Jangan sampai hiburan yang dinikmati justru mengganggu dan nilai-nilai budaya kita,” ujar Syaukani.
Sebelumnya, LAMR Bengkalis juga telah melakukan diskusi dan menyampaikan pengungkapan ini kepada Kapolres Bengkalis.
Hasil dari komunikasi tersebut ditindaklanjuti dengan kebijakan dari Kapolsek Bengkalis yang mengeluarkan larangan penggunaan musik DJ pada malam hari.
Syaukani Alkarim berharap, kebijakan serupa juga dapat diterapkan oleh kapolsek dan camat di wilayah lain di Kabupaten Bengkalis.
Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menjaga perdamaian sosial dan kelestarian budaya Melayu di tengah tantangan perkembangan zaman.
Baca Juga: Kulit Jeruk Jangan Dibuang, Bisa Dibuat Masker agar Wajah Sehat Bercahaya
“Ya, kami ingin menjaga generasi muda dari pengaruh buruk yang datang melalui hiburan yang tidak sesuai. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama,” harapnya.
Syaukani juga menegaskan, bahwa LAMR Bengkalis berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial budaya di daerah, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan nilai-nilai luhur budaya Melayu.
Editor : Eka G Putra