DUMAI (RIAUPOS.CO) - Mobil ambulans yang membawa jenazah Basri (56), korban penembakan oleh Otoritas Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 18.47 WIB, tiba dan masuk ke dalam lambung kapal Roro yang bersandar pelabuhan Ro-Ro Dumai-Rupat Bandar Sri Junjungan. Dengan menggunakan kapal Roro, jenazah PMI tersebut diseberangkan ke Rupat, Kabupaten Bengkalis untuk dimakamkan.
Prosesi keberangkatan kapal ro-ro ini ditandai dengan suara peluit. Seiring dengan itu, pintu lambung kapal ro-ro bergerak perlahan dan tertutup rapat. Gilirannya, sekitar pukul 18.58 wib, kapal Roro tersebut bergerak perlahan meninggalkan Pelabuhan Dumai-Rupat Bandar Sri Junjungan.
Selama prosesi persiapan keberangkatan, sepenuhnya mendapatkan pengawalan dari pihak Kepolisian Polres Dumai. Bahkan, Kapolres Dumai, AKBP Hardi Dinata H SIK MM bersama sejumlah jajarannya ikut langsung menyaksikan prosesi pemberangkatan kapal ro-ro tersebut.
Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H SIK MM melalui Kasat Polairud Polres Dumai, AKP B Purba SH yang dihubungi Riaupos.co, Rabu (29/1/2025) malam menjelaskan, prosesi pemulangan jenazah PMI ke Rupat sudah berlangsung dengan aman dan lancar.
''Lancar dan sudah diserahkan sama k anggota Kepolisian Polres Bengkalis,'' kata Purba.
Sebagaimana yang telah diwartakan sebelumnya, ada lima warga negara Indonesia (WNI) ditembak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di sekitar perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, Jumat (24/1/2025) lalu. Dua dari lima WNI tersebut merupakan warga Riau asal Rokan Hulu (Rohul) dan Bengkalis.
Satu di antaranya meninggal dunia dan satu lagi mendapatkan perawatan intensif di Malaysia. Penembakan itu dilakukan aparat Malaysia terhadap WNI karena diduga akan keluar Malaysia melalui jalur ilegal. Tindakan tersebut diklaim lantaran warga negara Indonesia melakukan perlawanan. (sah)
Editor : M. Erizal