Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Sulit Dipadamkan, Ketebalan Gambut Capai Satu Meter Lebih

Syahri Ramlan • Kamis, 27 Februari 2025 | 14:56 WIB
Kegiatan pemadaman dan pendinginan Karhutla di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.
Kegiatan pemadaman dan pendinginan Karhutla di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

DUMAI (RIAUPOS.CO) -- Kelurahan Tanjung Palas yang berada di wilayah Kecamatan Dumai Timur, termasuk salah satu daerah rawan terhadap munculnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sementara, Karhutla yang muncul sulit ditanggulangi dengan cepat lantaran lahan gambut yang terbakar memiliki ketebalan mencapai satu meter lebih.

"Kelurahan Tanjung Palas memang termasuk daerah rawan terhadap Karhutla," kata Lurah Tanjung Palas, Untung Effendi yang ditemui Riauos.co, Kamis (27/2/2025) di Dumai.

Daerah rawan Karhutla di Kelurahan Tanjung Palas ini, tambah Untung, berada di lingkungan RT 4 dan RT 12. "Kemarin memang ada lahan yang terbakar yang luasnya sekitar setengah hektare. Dan sekarang ini, Karhutla sudah tidak ada. Sudah padam total," kata Untung.

Langkah yang dilakukan saat ini, lanjut Untung, yakni melaksanakan patroli dan pengawasan ke lokasi yang rawan Karhutla. "Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar," kata Untung.

Kemudian, tambah Untung, membagikan brosur dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah Karhutla. "Upaya pencegahan secara dini terhadap Karhutla, terus kita lakukan. Bahkan kita melibatkan pihak BPBD Dumai dalam melakukan edukasi kepada masyarakat," kata Untung.

Lahan gambut, tambah Untung, bila kondisinya sudah terbakar sangat sulit untuk ditanggulangi dengan cepat. Karena, lahan gambut tersebut memiliki ketebalan mencapai satu meter lebih. "Kalau sudah terbakar, sulit dipadamkan. Karena, bara apinya berada di bawah," kata Untung.

Sementara, cuaca di wilayah Kota Dumai saat ini kondisinya boleh dikatakan panas terik. Kondisi cuaca yang panas terik menjadikan lahan gambut cepat kering dan sangat rentan untuk terbakar. "Makanya, kami bersama MPA selalu patroli sampai ke daerah-daerah Karhutla," kata Untung.

Editor : Rinaldi
#kebakaran hutan dan lahan #tanjung palas #lahan gambut