DUMAI (RIAUPOS.CO) - Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Kota Dumai menyebabkan sebagian wilayah di Kota Dumai terendam. Salah satunya adalah Kecamatan Dumai Selatan. Banjir merendam kawasan di Kelurahan Bukit Datuk dan Kelurahan Bumi Ayu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai, terdampak banjir sebanyak 37 KK atau sekitar 143 jiwa. Terdiri dari 89 orang dewasa, 43 anak-anak dan 112 lanjut usia (lansia).
Kepala Pelaksana BPBD Dumai Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Joko Susilo yang dihubungi Riau Pos, Ahad (13/4) membenarkan adanya kawasan yang terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan tersebut.
”Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi pada 12 April 2025 dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB telah menyebabkan sebagian lingkungan Kecamatan Dumai Selatan terendam banjir,” kata Joko.
Dengan tingginya intensitas curah hujan ini, lanjut Joko, setidaknya membuat debit air dari dua hulu aliran sungai di daerah Bukit Timah dan sungai di Bukit Jin telah membuat debit air naik. Debit air yang naik tersebut telah menggenangi beberapa lokasi di bagian pangkalan aliran sungai terendam seperti terdapat di Kelurahan Bumi Ayu dan Kelurahan Bukit Datuk.
Langkah yang telah dilakukan oleh BPBD Dumai, tambah Joko, yakni melakukan mitigasi penyebab terjadinya banjir di Kelurahan Bumi Ayu dan Kelurahan Bukit Datuk yang berada di Kecamatan Dumai Selatan. ”Hasil pantauan di lapangan, memang hujan masih turun naik, kondisi tidak tinggi lagi. Hanya gerimis saja,” kata Joko.
Melalui koordinasi dengan para RT, tambah Joko, warga yang terdampak banjir tidak ada yang mengungsi. Karena, banjir tersebut hanya menggenangi halaman dan teras rumah-rumah masyarakat. Karena, ketinggian genangan air mencapai sekitar 40 centimeter dari atas permukaan tanah.
”Lagian sebagian besar model rumah masyarakat di daerah itu bentuk panggung. Jadi hanya halaman dan teras saja yang terendam,” kata Joko seraya menambahkan kondisi genangan air sudah mulai berkurang.(yls)
Editor : Arif Oktafian