DUMAI (RIAUPOS.CO) - Kendati Kota Dumai masih aman dari masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun upaya pencegahan tetap terus diintensifkan. Polres Dumai terus mengingatkan warga untuk tidak membakar hutan maupun lahan.
‘’Saya mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan maupun lahan. Karena bisa memberikan dampak,'' kata Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata, kemarin.
Salah satunya, tambah Hardi, bisa menjadikan udara tidak bersih dan bisa merugikan orang lain. ’’Melakukan pembakaran hutan dan lahan itu jelas ada sanksi pidana. Dan pelakunya bisa ditindak tegas,'' kata Hardi.
Sementara, Rabu (7/5) menjelang subuh hari sebagian wilayah Kota Dumai telah diguyur hujan dengan intensitas ringan dalam durasi yang tidak terlalu lama. Dengan adanya guyuran hujan ini setidaknya telah menjadikan wilayah Kota Dumai untuk sementara masih aman dari Karhutla.
''Pemantauan di lapangan, terutama di daerah-daerah rawan Karhutla masih terus kita intensifkan,'' kata Kepala Pelaksana BPBD Dumai, Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Joko Susilo yang dihubungi Riau Pos, Rabu (7/4).
Selain itu, lanjut Joko, pemantauan di lapangan turut dilakukan oleh semua Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada di daerah-daerah rawan Karhutla. ''Untuk sementara, Dumai masih bersih terhadap Karhutla. Apalagi, hujan masih turun mengguyur di wilayah Kota Dumai termasuk menyirami daerah-daerah rawan karhutla,'' kata Joko.
Di samping memantau di lapangan, lanjut Joko, koordinasi di semua lini terus dilakukan. Salah satunya yakni melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Manggala Agni.
'Kami saling berkoordinasi. Umpamanya begitu ditemukan ada karhutla, informasinya sampai ke BPBD. Dan kita bersama-sama turun ke lapangan,'' kata Joko.(sah)
Editor : Arif Oktafian