Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dapat Bantuan Personel Dari Jambi dan Sumsel, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Riau

Afiat Ananda • Senin, 21 Juli 2025 | 17:40 WIB
Personel Manggala Agni saat berupaya memadamkan Karhutla di Kota Dumai, Ahad (20/7/2025).
Personel Manggala Agni saat berupaya memadamkan Karhutla di Kota Dumai, Ahad (20/7/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau saat ini semakin mengkhawatirkan. Dari data yang terhimpun oleh Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 582 titik panas yang tersebar di hampir 10 daerah di Riau pada Senin (21/7/2025).

Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak dalam mengatasi persoalan Karhutla. Salah satunya upaya yang dilakukan tim dari Manggala Agni. Ada 120 personel Manggala Agni, penjinak api dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan yang didatangkan ke Riau.

Kepala Daops Manggala Agni Pekanbaru Edwin menyebut, penambahan kekuatan ini adalah langkah krusial untuk membendung Karhutla yang mulai meluas. Terutama di area-area rentan seperti Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul), dan Bengkalis.

"Sebanyak 120 personel dari Daops Jambi dan Palembang sudah mulai bergabung dengan tim Manggala Agni di Riau," sebut Edwin pada Senin (21/7/2025).

Setibanya di Riau, ratusan personel ini tak membuang waktu dan langsung terjun ke lapangan untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di lokasi-lokasi yang sulit diakses. Edwin mengakui bahwa medan yang ditempuh untuk pemadaman tak mudah.

Kombinasi antara cuaca kering ekstrem, embusan angin kencang, dan luasnya hamparan lahan gambut menjadi tantangan berat bagi tim pemadam di darat. Oleh karena itu, penguatan personel dianggap langkah tepat untuk mencegah Karhutla merajalela lebih jauh.

"Penambahan ini sangat membantu kami dalam mengintensifkan operasi pemadaman. Saat ini kami mengandalkan kekuatan penuh, baik di darat maupun melalui dukungan udara berupa water bombing,” tambah dia.

Namun, di balik upaya ini, Edwin tak menampik bahwa ada kendala utama yang menghambat proses pemadaman, yakni ketersediaan air. Ia mencontohkan seperti situasi di Kampar, di mana untuk mendapatkan air, petugas harus menggali sumber air baru secara manual.

“Jika sudah dapat air maka disemprotkan ke lokasi kebakaran,” tuturnya.

Sebelumnya, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Deby C menuturkab. selama hampir empat hari sebagian besar wilayah Riau tidak mengalami hujan karena sudah mulai memasuki puncak musim kemarau yang menyebabkan jumlah titik panas di Riau terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Apalagi berdasarkan pantauan citra satelit BMKG Pekanbaru 582 titik panas di Provinsi Riau tersebar di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 21 titik, Kampar 40, Pelalawan 30, Kuantan Singingi 7, Siak 15, Kepulauan Meranti 9, Kota Dumai 22, Kota Pekanbaru 2, Rokan Hulu 192, dan terbanyak ada di Rokan Hilir dengan 244 titik panas.

Bahkan total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi berkisar 1.292 titik yang tersebar di Sumatera Utara sebanyak 236 titik, Sumatera Barat 122 titik, Kepulauan Riau 5 titik, Jambi 96, Bengkulu 27, Lampung 20, Sumatera Selatan 125, Bangka Belitung 79.

Baca Juga: Setahun 1.600 Kasus Perceraian Terjadi di Kota Pekanbaru, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab

Sementara itu untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari udara kabur cerah berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

Siang hingga sore hari cuaca cerah berawan tanpa potensi hujan. Malam dan dini hari udara kabur cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Indragiri hulu dan Indragiri Hilir.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#manggala agni