Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jokowi: Kurs Rupiah 16.300 per Dolar AS Masih Posisi yang Baik

jpg • Rabu, 12 Juni 2024 | 10:17 WIB
Presiden Jokowi Minta Apple Bangun Pabrik di RI, Soroti Nilai Tambah Bagi Indonesia.
Presiden Jokowi Minta Apple Bangun Pabrik di RI, Soroti Nilai Tambah Bagi Indonesia.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai nilai tukar (kurs) rupiah yang berada pada level Rp16.200-Rp16.300 per dolar AS masih dalam posisi yang baik di tengah ketidakpastian global.

“Ya ketidakpastian global sekarang ini memang menghantui semua negara, tapi menurut saya kalau masih di angka Rp 16.200-Rp16.300 (per dolar AS) masih posisi yang baik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai menghadiri HUT Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, kemarin.

Menurut Presiden, saat ini semua negara mengalami hal yang sama, yakni tertekannya nilai mata uang mereka terhadap dolar AS. Oleh karenanya, Presiden menilai di tengah ketidakpastian global yang dialami semua negara, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dalam posisi yang baik.

“Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama, mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya dolar kursnya,” kata Presiden Jokowi.

Pada akhir perdagangan Senin (10/6), kurs rupiah turun 87 poin atau 0,54 persen menjadi 16.283 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.196 per dolar AS. Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot di tengah kenaikan penghasilan per jam rata-rata di Amerika Serikat (AS).

“Laporan Biro Statistik AS menunjukkan kenaikan penghasilan per jam rata-rata sebesar 4,1 persen year on year. Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 4 persen dari angka 3,9 persen sebelumnya,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta, Senin.

Menurut Taufan, data tersebut mengindikasikan adanya inflasi upah yang dapat memicu inflasi inti dan inflasi umum yang lebih tinggi, sehingga hal tersebut berpotensi menyebabkan bank sentral Amerika Serikat untuk menunda pemangkasan suku bunganya.

Selain itu, kinerja rupiah melemah dipengaruhi oleh penguatan yang terjadi pada dolar AS pascarilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang rilis pada pekan lalu menunjukkan ekonomi AS memanas dengan bertambahnya 272 ribu pekerjaan pada Mei 2024, jauh melampaui ekspektasi.(jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#kurs dolar AS #ekonomi global #hipmi #presiden joko widodo