Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IHSG Bakal Lanjutkan Tren Bullish Pekan Ini

Redaksi • Senin, 8 Juli 2024 | 11:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) melambat. Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) pun dianggap mampu mengendalikan inflasi tanpa membawa perekonomian ke dalam resesi. Di dalam negeri, kesepakatan postur anggaran dan asumsi makroekonomi Indonesia menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini.

IHSG berpeluang menguat dengan support di level 7.196 sampai 6.968 dan resistance di 7.308 hingga 7.454, kata analis pasar modal Hans Kwee kepada JPG kemarin (7/7).

Tingkat pengangguran AS naik 4,1 persen. Laporan nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan permintaan tenaga kerja sebesar 206 ribu orang. Memang lebih tinggi dari proyeksi pasar sebanyak 190 ribu tenaga kerja. Namun, realisasi tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya 272 ribu tenaga kerja.

Kondisi pasar tenaga kerja AS mulai melambat. Pelaku pasar memperkirakan The Fed melakukan dua kali pemotongan bunga di September dan Desember. “Pelaku pasar menantikan data indeks harga konsumen (IHK) dan indeks harga produsen (IHP) AS yang akan keluar akhir pekan ini,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti itu.

European Central Bank (ECB), kata Hans, berpotensi menahan suku bunga acuannya. Bank sentral Benua Biru itu diperkirakan baru memangkas suku bunga acuan pada September.

“Pelaku pasar memperkirakan dua kali pemotongan lagi di tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menyepakati asumsi dasar postur anggaran serta makroekonomi Indonesia untuk 2025 membawa sentimen positif pasar saham. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, asumsinya pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1–5,5 persen. Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2025, angka pertumbuhan ekonomi dipatok 5,3–5,6 persen.

“Ada beberapa range yang kita lihat antara RKP (rencana kerja pemerintah) dan beberapa laporan panja (panitia kerja) A dan C itu masih ada yang perlu disinkronkan. Nanti kita lihat lagi,” ujar Ani, sapaan Sri Mulyani.

Kesepakatan asumsi makro untuk RAPBN 2025 juga mencakup tingkat inflasi di kisaran 1,5–3,5 persen. Nilai tukar rupiah berkisar Rp15.300 hingga Rp15.900 per dolar AS. Tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun mencapai 6,9–7,2 persen.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa data perdagangan saham pada 1–5 Juli ditutup bervariasi. Kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi selama sepekan sebesar 24,44 persen secara mingguan. Dari 761 ribu kali menjadi 947 ribu kali transaksi.

Peningkatan turut terjadi pada kapitalisasi pasar bursa sebesar 2,8 persen week-to-week (WtW) dari Rp12.092 triliun menjadi Rp12.431 triliun. Begitu pula IHSG yang mengalami kenaikan 2,69 persen sehingga berada di level 7.253,372 dari 7.063,577 pada penutupan pekan sebelumnya.(han/c14/dio/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#ihsg #Tren Bullish #pengendali inflasi #bank sentral as