Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Road to HUT Ke-26, RS Awal Bros Panam Gelar Seminar

Siti Azura • Kamis, 22 Agustus 2024 | 10:36 WIB
Direktur RS Awal Bros Panam, dr Mutiara Arcan MARS menyampaikan kata sambutan pada  seminar medis bertajuk “Perspektif Baru dalam Neurorehabilitasi”.
Direktur RS Awal Bros Panam, dr Mutiara Arcan MARS menyampaikan kata sambutan pada seminar medis bertajuk “Perspektif Baru dalam Neurorehabilitasi”.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 RS Awal Bros Group, RS Awal Bros Panam mengadakan seminar medis bertajuk “Perspektif Baru dalam Neurorehabilitasi”. Seminar yang dihadiri oleh para profesional medis ini digelar belum lama ini di Pekanbaru.

Direktur RS Awal Bros Panam, dr Mutiara Arcan MARS mengapresiasi atas kepercayaan masyarakat selama 26 tahun RS Awal Bros beroperasi.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan masyarakat, dan seminar ini adalah salah satu cara kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di bidang rehabilitatif dan paliatif,” kata dr Mutiara.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan pengembangan ilmu kesehatan sangat penting untuk memberikan layanan terbaik kepada pasien.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau, dr Marhan Effendi MH yang membuka secara resmi seminar tersebut menekankan bahwa seminar seperti ini penting dalam pengembangan profesionalisme medis di Riau

Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan tenaga medis dalam bidang neurorehabilitasi.

Seminar ini menghadirkan empat pembicara utama yang membahas berbagai topik terkait neurorehabilitasi. Prof Dr dr Dedi Afandi DFMSpFM SubspEM(K) MM MARS MH, membawakan materi “Aspek Etik dan Medikolegal dalam Rehabilitatif dan Paliatif”. Dalam presentasinya, Prof Dedi menyoroti pentingnya memperhatikan aspek hukum dan etika dalam perawatan pasien, khususnya di bidang rehabilitasi dan paliatif, untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan beretika.

Sesi kedua disampaikan oleh dr Wahyu Tri Novriansyah Sp THT-KL, dengan topik “Dysphagia dan Gold Standard dalam Penegakan Diagnosa”. Ia membahas pendekatan diagnostik yang efektif untuk menangani masalah disfagia, atau kesulitan menelan, dan menyoroti pentingnya penerapan standar emas dalam diagnosis untuk meningkatkan hasil pengobatan.

“Penerapan standar diagnostik yang tepat, tidak hanya dapat meningkatkan akurasi diagnosis, tetapi juga mempercepat penanganan sehingga hasil pengobatan menjadi lebih optimal dan komplikasi dapat diminimalisir,” tuturnya.

Dokter Desby Juananda MSc SpN melanjutkan dengan presentasi mengenai “Penggunaan Elektromiografi (EMG) dalam Diagnostik dan Manajemen Klinis”. Dalam sesi ini, ia menjelaskan manfaat penggunaan EMG dalam mendiagnosis dan mengelola berbagai kondisi neurologis, serta bagaimana alat ini berperan penting dalam meningkatkan akurasi diagnosis gangguan neuromuscular atau gangguan kelemahan otot.

Sedangkan dr Andre Lukas menjelaskan bahwa Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (RTMS) adalah salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam pengobatan gangguan saraf, termasuk post-stroke dan nyeri kronis. Terapi ini menggunakan medan magnet untuk merangsang area tertentu di otak yang bertanggung jawab dalam fungsi motorik dan sensorik, membantu memulihkan kemampuan pasien yang mengalami gangguan neurologis. Andre menekankan bahwa dengan aplikasi yang tepat, rTMS dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi motorik pasien, bahkan dalam kasus-kasus yang sulit ditangani dengan metode konvensional.

Selain itu, dr Andre menyoroti hasil penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa RTMS memiliki potensi untuk digunakan secara lebih luas dalam pengelolaan berbagai kondisi neurologis, tidak hanya terbatas pada stroke dan nyeri kronis. Ia menjelaskan bahwa terapi ini minim efek samping dan memberikan harapan baru bagi pasien yang mengalami penurunan kualitas hidup akibat gangguan saraf. Ia juga berbagi beberapa studi kasus yang menggambarkan bagaimana terapi ini telah berhasil mengubah hidup pasien, memperkuat pentingnya adopsi teknologi baru dalam praktik medis.

Acara ini dihadiri oleh dokter dan tenaga medis yang bersemangat untuk memperdalam pengetahuan mereka di bidang neurorehabilitasi. Seminar medis ini menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan HUT Ke-26 RS Awal Bros Group, yang terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu kesehatan dan meningkatkan layanan medis di Indonesia.(azr)

Editor : RP Arif Oktafian
#seminar medis #rs awal bros #rs awal bros pekanbaru #hut awal bros