RIAUPOS.CO - Osamu Suzuki, mantan pemimpin dan orang nomor satu pabrikan Suzuki dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (27/12/2024).
Melalui informasi resmi perwakilan Suzuki di Indonesia, disampaikan bahwa Osamu Suzuki meninggal dunia pada usia 94 tahun.
Osamu Suzuki meninggal karena menderita penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
Kepergian Osamu Suzuki sekaligus menutup perjalanan bersejarah Suzuki selama masa kepemimpinannya.
Tercatat dalam sejarah, bahwa Osamu Suzuki adalah salah satu tokoh di industri otomotif.
Dia berhasil mengubah Suzuki dari produsen kecil kendaraan ringan menjadi raksasa global yang dikenal di seluruh dunia.
Mengutip informasi obituary yang dibagikan Suzuki Indonesia, Osamu Suzuki merupakan sosok yang lahir pada tahun 1930. Osamu Suzuki merupakan orang asli Gero City, Prefektur Gifu.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor pada tahun 1958. Dia kemudian menikah dengan Shoko, cucu dari pendiri Michio Suzuki dan putri presiden kedua, Shunzo Suzuki.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor tiga tahun setelah Suzuki meluncurkan sepeda motor pertamanya, yaitu Colleda COX 125cc 4-tak, serta mobil Suzulight 360cc 2-tak. Keduanya menjadi pelopor era kendaraan kecil atau Ke-i Car di Jepang.
Osamu Suzuki memang bukan pewaris asli trah Suzuki. Namun, kebiasaan dan budaya di sana, ketika bisnis keluarga tidak memiliki ahli waris laki-laki, sang suami kemudian mengambil nama belakang istri. Hingga Osamu mengubah nama belakangnya menjadi Suzuki.
Osamu Suzuki duduk menahkodai Suzuki mulai tahun 1978 sebagai Presiden Direktur. Saat itu, nama Suzuki belum seperti sekarang. Jauh dari kata dipertimbangkan sebagai produsen otomotif.
Baca Juga: Bahagianya Paula Verhoeven Berkumpul dengan Kedua Putranya di Acara Ulang Tahun Si Sulung
Namun demikian, di bawah kendali dan tangan dingin Osamu Suzuki, era ekspansi yang belum pernah terjadi sebelumnya dimulai.
Osamu Suzuki memperkenalkan model ikonik yang kemudian memimpin ekspansi pesat ke pasar internasional.
Penjualan Suzuki meningkat dari JPY 323 miliar menjadi lebih dari JPY 5 triliun pada tahun-tahun terakhir masa jabatannya.
Angka tersebut merupakan catatan yang menakjubkan, yang meningkatkan pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat, yang kemudian mengubah Suzuki menjadi salah satu produsen kendaraan yang diakui dunia.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024, Suzuki mencatat penjualan sekitar 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia, berada di belakang Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang dan dunia.
Lebih dari setengah penjualan Suzuki ini berasal dari India, di mana anak perusahaannya, Maruti Suzuki, mendominasi pasar.
Sebelum menjadi presiden pada 1978, Osamu Suzuki memegang berbagai posisi manajemen, dan pada tahun berikutnya, ia meluncurkan mobil mini Suzuki Alto di Jepang.
Selama masa jabatannya, pria yang lahir dengan nama Osamu Matsuda ini menjalin kemitraan strategis dengan General Motors dan Volkswagen.
Langkah ini memperluas kehadiran Suzuki di Amerika Utara dan Eropa, serta memperkuat posisinya di India melalui keunggulan Suzuki dalam mobil kecil dan mendapatkan banyak penghargaan dunia.
Editor : M. Erizal