PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai bidang industri kreatif termasuk fashion agar dapat meningkatkan pengelolaan keuangan dan mengembangkan usahanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, OJK Riau bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan edukasi dan literasi keuangan dalam rangkaian Riau Modest Fashion Parade 2025 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, belum lama ini.
Kepala OJK Riau Triyoga Laksito menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para pelaku industri fashion dengan pengetahuan keuangan yang memadai.
“Dengan literasi keuangan yang baik, para desainer dan pelaku bisnis fashion dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat, mengelola risiko dengan lebih baik, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Triyoga.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti 100 anggota IFC dari seluruh Indonesia dan para peserta diberikan materi terkait pengenalan OJK, pentingnya menjaga keamanan transaksi keuangan, serta tips pengelolaan keuangan yang efektif bagi pelaku bisnis fashion.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi pasca pandemi, UMKM dan pelaku usaha di Riau memerlukan dukungan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada.
Program edukasi yang diselenggarakan OJK Riau bertujuan membekali UMKM dan pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bertahan dan tumbuh dalam kondisi yang dinamis.
Beberapa program edukasi yang telah dan akan dilaksanakan antara lain workshop dan seminar yakni mengundang narasumber lembaga jasa keuangan untuk memberikan materi mengenai perencanaan keuangan, manajemen keuangan, akses pembiayaan, dan perlindungan konsumen.
Kemudian melakukan kunjungan ke UMKM dengan memberikan konsultasi langsung kepada pelaku UMKM mengenai permasalahan keuangan yang dihadapi dan solusi yang tepat.
OJK juga melakukan sosialisasi melalui media sosial dengan enyebarkan informasi mengenai literasi keuangan melalui berbagai platform media sosial. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga dilakukan dengan membentuk program edukasi kepada mahasiswa untuk menghasilkan solusi inovatif dalam meningkatkan literasi keuangan.
Melalui program edukasi ini, OJK Riau mengajak seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan asosiasi pengusaha
untuk bersinergi dalam meningkatkan literasi keuangan di Provinsi Riau. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ke depan, OJK Provinsi Riau akan terus meningkatkankolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan akses keuangan di Provinsi Riau agar dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(azr)
Editor : Rindra Yasin