Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tata Kelola yang Baik dan Layanan Perbankan Optimal Jadi Fondasi Resiliensi Kinerja BRI

Redaksi • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:10 WIB

BRI berhasil mempertahankan kinerja keuangannya dengan fundamental yang solid
BRI berhasil mempertahankan kinerja keuangannya dengan fundamental yang solid

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mempertahankan kinerja keuangannya dengan fundamental yang solid meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan tantangan likuiditas industri perbankan. Keberhasilan ini didukung oleh operasional perbankan yang berjalan lancar, memastikan nasabah tetap mendapatkan akses optimal terhadap layanan BRI. Penerapan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) juga menjadi faktor utama dalam pencapaian ini, menurut Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi.

Hendy menegaskan bahwa, seperti bank swasta lainnya, BRI ikut serta dalam program penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia. “Partisipasi dalam regulasi ini menjamin keamanan dana nasabah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pada 12 Februari 2025, BRI mengumumkan capaian kinerja keuangannya untuk tahun 2024. Sepanjang tahun tersebut, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun. Total aset per Desember 2024 mencapai Rp1.992,98 triliun, tumbuh 1,42% year on year (yoy), didorong oleh penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas dengan fokus utama pada sektor UMKM.

Penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp1.354,64 triliun atau tumbuh 6,97% yoy, dengan 81,97% di antaranya dialokasikan ke UMKM senilai Rp1.110,37 triliun. Kualitas kredit juga membaik, dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun dari 2,95% pada akhir 2023 menjadi 2,78% pada akhir 2024. BRI juga memperkuat pencadangan dengan NPL Coverage sebesar 215,01%.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.365,45 triliun, dengan dana murah (CASA) mendominasi 67,30% atau senilai Rp918,98 triliun. Likuiditas dan permodalan tetap kuat, dengan rasio Loan Deposit Ratio (LDR) di level 88,85% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,63%.

Hendy menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan kekuatan tata kelola dan fundamental bisnis BRI dalam menghadapi tantangan ekonomi global. “Kinerja positif BRI juga berkontribusi pada stabilitas industri perbankan dan berdampak positif terhadap perekonomian nasional,” tutupnya.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #Fundamental #kinerja keuangan