Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berdaya dengan KUR BRI, Pengusaha Perempuan Ini Olah Daun Kelor Jadi Produk Pangan Favorit

Redaksi • Kamis, 22 Mei 2025 | 10:28 WIB

Siti optimistis bahwa ke depannya akan ada lebih banyak peluang untuk memperluas jangkauan pasar melalui kerjasama dengan BRI
Siti optimistis bahwa ke depannya akan ada lebih banyak peluang untuk memperluas jangkauan pasar melalui kerjasama dengan BRI

SLEMAN (RIAUPOS.CO) — Siti Fatimah, seorang ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha asal Desa Hargobinangun, Sleman, sukses mengembangkan peluang sederhana menjadi bisnis kuliner lokal bernama Pawon Teges. Meski dijalankan dari rumah, usaha ini mengandalkan bahan baku lokal dan mampu menghasilkan produk inovatif yang kini menjadi sumber utama pendapatan keluarganya. Bahkan, dari hasil usahanya tersebut, ia berhasil membiayai pendidikan anak-anaknya.

Siti mengisahkan bahwa perjalanan usahanya dimulai dari keikutsertaannya dalam lomba memasak berbahan pangan lokal yang diadakan oleh Dinas Pertanian Sleman pada 2018. Dari ajang itu, ia mulai tertarik menggali potensi daun kelor yang selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Namun, perjalanan itu tak langsung membuahkan hasil. Butuh waktu delapan bulan bagi Siti untuk menemukan komposisi dan resep yang tepat, hingga akhirnya produk pertamanya berupa minuman cincau berhasil diminati oleh konsumen.

Ketika usahanya mulai berkembang, pandemi Covid-19 sempat menjadi hambatan besar. Dengan 1.000 pohon kelor yang sudah ditanam dan salah satu tempat usaha di food court telah disewa, Siti harus berpikir keras saat seluruh aktivitas ekonomi terhenti karena pembatasan. Namun, dari tantangan itu, ia justru menemukan ide baru untuk mengolah kelebihan daun kelor menjadi produk tahan lama.

Baca Juga: BRI Dukung Kemajuan Jurnalisme, 45 Jurnalis Raih Beasiswa S2 Fellowship Journalism 2025

“Saya cari cara, daun kelor yang semakin banyak itu saya keringkan dan jadikan tepung serta teh kelor yang lebih awet disimpan. Setelah itu, saya mulai membuat bakso kelor dan tahu bakso kelor untuk dijual di lapak-lapak pasar,” tutur Siti.


Di balik pencapaian tersebut, Siti tak menampik pentingnya peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI yang membantunya menjaga stabilitas alur kas usaha, terutama pada masa pandemi Covid-19. Terlebih saat bisnisnya mengalami pasang surut, akses modal menjadi angin segar bagi keberlangsungan usahanya. Siti pun mengakui bahwa proses pengajuan KUR di BRI relatif mudah dan tidak berbelit-belit. “Awalnya pinjaman KUR dari Rp10 juta, kemudian naik Rp25 juta sampai Rp50 juta. Pokoknya, total yang saya dapat itu Rp250 juta. Dana itu sangat membantu untuk pengembangan produk dan operasional saya,” jelas Siti.

Selain dukungan KUR, Siti pun mengungkapkan bahwa BRI juga memberikan ruang bagi produk-produknya untuk lebih dikenal masyarakat luas. Salah satunya melalui kolaborasi dalam event bazaar kunjungan pemerintah, di mana produk teh kelor Pawon Teges terpilih sebagai salah satu isi souvenir acara tersebut.

Meski kolaborasi ini masih terbatas, Siti optimistis bahwa ke depannya akan ada lebih banyak peluang untuk memperluas jangkauan pasar melalui kerjasama dengan BRI. “Selain menyediakan modal, BRI juga aktif mengadakan pelatihan dan event bazaar sebagai wadah bagi kami usaha mikro untuk bisa berkembang dan dikenal lebih luas," ucapnya

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa kisah Siti merupakan contoh nyata dari keberhasilan pengusaha mikro yang mampu bangkit dan berkembang melalui pemberdayaan dari BRI.

“BRI terus berkomitmen mendukung pengusaha UMKM melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau. Melalui program KUR, BRI berharap dapat membantu para pengusaha memperluas skala bisnisnya dan meningkatkan kualitas produk agar lebih berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Hendy.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #pemberdayaan #kredit usaha rakyat #umkm