Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Maju Bersama Teknologi Jaringan Seluler 5G Telkomsel, Internetan Lebih Cepat dan Nggak Nge-lag

Henny Elyati • Rabu, 30 Juli 2025 - 23:50 WIB
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna memberikan penjelasan terkait jaringan 5G Telkomsel di Batam, baru
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna memberikan penjelasan terkait jaringan 5G Telkomsel di Batam, baru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengalaman baru dan lebih seru berselancar di dunia maya kini bisa kamu temukan di jaringan 5G Telkomsel. Layanan ini hadir di berbagai kota di Indonesia dan siap memberikan pengalaman berinternet terbaik untuk masyarakat Indonesia.

30 tahun sudah perjalanan Telkomsel di tanah air, kini teknologi jaringan seluler plat merah ini telah mengoperasikan secara keseluruhan hingga lebih dari 3.000 BTS 5G di 56 kota/kabupaten se-Indonesia. Sejak diluncurkan Telkomsel mencatat sebanyak 16 juta lebih pelanggan sudah menggunakan jaringan 5G.

Adopsi teknologi generasi kelima itu meningkat pesat seiring dengan perluasan cakupan dan kesadaran konsumen akan kenyamanan berinteraksi di dunia maya.

Dengan teknologi 5G, pelanggan bisa berinternetan dengan terhubung ke banyak perangkat tanpa melambat. Sinyal 5G bisa memberikan kecepatan download hingga 400Mbps untuk Orbit dan hingga 750Mbps untuk mobile.

Namun, rata-rata pengalaman download bisa mencapai kecepatan hingga 100Mbps – 250Mbps, tergantung pada kualitas sinyal, kapabilitas perangkat 5G yang digunakan, dan kepadatan pelanggan 5G di lokasi tersebut.

Bagi Marito Nurhamsyah (34), kehadiran jaringan 5G Telkomsel di Pekanbaru memberikan banyak manfaat bagi dirinya. Sebagai penikmat film, Marito sering memanfaatkan spot-spot di mana jaringan 5G ada untuk mendownload film-film kesukaannya.

''Biasanya aku ke SKA khusus untuk mendownload film. Karena dengan jaringan 5G saya bisa menggunakan beberapa perangkat sekaligus tanpa terganggu konektivitas. Jadi sangat nyaman dan proses downloadnya sangat cepat, hitungan detik,'' ujar Marito kepada Riaupos.co, Sabtu (26/7/2025).

Warga Perumahan Nuansa Residen ini menjelaskan sangat banyak keunggulan yang diperolehnya dengan menggunakan jaringan 5G.

5G memiliki jaringan rendahi latensi yakni waktu yang diperlukan untuk proses pengiriman data sampai ke tujuannya satuannya adalah millisecond. Logikanya angka ini harus sekecil mungkin sehingga proses pengirimannya lebih baik dan cepat.

''Jaringan 5G ini memiliki tingkat responsif 10 kali lebih cepat ketimbang jaringan 4G sehingga angka latensinya pun semakin kecil. Aku sudah coba pakai 4G untuk download film, jauh lebih cepat 5G,'' katanya sambil memperlihatkan proses download yang dilakukannya.

Menurut Marito, saat nonton video, dirinya tak terganggu karena koneksi data yang cukup bagus. Apalagi saat live streaming, jaringan 5G Telkomsel bebas lemot dan ngak nge-lag sama sekali.

Marito saat itu bersama beberapa rekannya yang juga memanfaatkan konektivitas jaringan 5G Telkomsel di mal itu. Sanders (31) dan Lukito (30) yang lebih suka bermain game ini sibuk dengan dunianya. Sesekali keduanya saling menimpali saat game yang mereka mainkan kalah bersaing dengan tim lain.

Diakui Sanders saat bermain game, jaringan 5G Telkomsel sangat jarang terjadi gangguan dan kualiatasnya jauh lebih bagus dibanding generasi sebelumnya.

''Sebenarnya saat ini sudah banyak HP yang menggunakan 5G salah satunya Samsung Galaxy S24 5G yang aku pakai ini. Jadi saat berada di spot-spot yang ada fasilitas 5G, di sudut kanan HP langsung tertera kode 5G Telkomsel jadi bisa langsung berselancar nih,'' kata Sanders.

Diakui Lukito dan Sanders, untuk menyalurkan hobi main game keduanya lebih memilih mal atau hotel selain adem, suasana jauh lebih tenang dan nyaman bisa berjam-jam tanpa takut kelaparan atau haus.

''Sejak ada 5G memang lebih suka jaringan 5G daripada generasi sebelumnya, walaupun saat ini aku juga masih gunakan 4G,'' sebut Lukito.

Lukito dan Sanders bermain game tidak hanya menggunakan Hp, keduanya juga membawa laptop dan perlengkapan lainnya untuk bermain game augmented reality dan virtual reality.

''Kalau mata dah lelah lihat Hp kami beralih gunakan laptop. Yang penting bisa main game berjam-jam. Kalau pake jaringan 5G bisa hemat baterai Hp lho dibanding jaringan lain, makanya suka main game pakai 5G Telkomsel,'' imbuh Sanders.

Sanders lebih memilih ponsel pintar yang support 5G karena tidak perlu lagi melakukan registrasi karena 5G langsung aktif terutama jika berada di lokasi yang sudah ter-cover 5G.

Lain cerita Farida SH (52). Guru SD yang suka membuat konten-konten di media sosial ini lebih memilih mengupload konten-konten yang telah disiapkannya di spot-spot yang ada jaringan 5G.

Ibu tiga anak ini sudah menjadi pelanggan Telkomsel sejak tahun 2000. ''Dulu saya guru di Bengkalis jadi sinyal yang kuat itu ya Telkomsel makanya sampai sekarang pakai Telkomsel. Tak mau ke lain hati. Sekarang sudah jadi guru di Pekanbaru juga tetap pakai Telkomsel,'' kata wanita berhijab ini kepada Riaupos.co, Ahad (27/7/2025).

Menjadi konten kreator hanyalah menyalurkan hobi sampingannya. Awal mulanya Farida suka mengambil video-video perjalanannya saat menjadi guru di daerah-daerah pelosok. ''Dulu cuma di Facebook aku upload. Sekarang lebih suka main Tiktok karena videonya bisa singkat. Kalau durasinya panjang biasanya saya upload di Youtobe,'' terang Farida.

Untuk mengupload konten-konten yang telah disiapkannya, Farida akan mencari spot-spot jaringan 5G di Pekanbaru. ''Ngak tetap di satu lokasi saja yang penting ada jaringan 5G langsung upload, lebih cepat pengiriman datanya dan kuota kita pun bisa lebih hemat,'' tuturnya.

Tidak hanya untuk membuat konten saja, Farida lebih suka melakukan video call dengan anak-anaknya menggunakan jaringan 5G. ''Lebih lancar dan jernih, kualitasnya premium pokoknya. Kalau tidak percaya silahkan coba saja,'' tawarnya sambil tersenyum.

Menurut Farida kekuatan jaringan 5G ini juga sangat mumpuni untuk kebutuhan download dan streaming. Tentunya ini adalah kebutuhan yang sangat vital saat ini ketika berinteraksi di dunia maya.

Corporate Communication Telkomsel Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) Dwipanca Adi menjelaskan, di Kota Pekanbaru saat ini jaringan 5G sudah bisa dijumpai di beberapa titik yakni Pekanbaru Centrum - Jalan Jenderal Sudirman (Telkomsel Smart Office Sudirman), ⁠Aditya - Jalan Diponegoro, Simpang Nangka / SKA, ⁠Bandara SSQ, Hotel Premiere Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran Bank Riau Kepri, ⁠Sukaramai Trade Center.

"Warga Pekanbaru sudah bisa menikmati jaringan 5G walaupun belum mencakup keseluruhan area Pekanbaru. Dan Telkomsel akan terus mengembangkan teknologi jaringan 5G di seluruh kota/kabupaten di Indonesia," sebut pria yang akrab dipanggil Adi ini, Selasa (29/7/2025).

General Manager Consumer Business Region Sumbagteng Telkomsel, Fahmy Rojali menjelaskan, penggunaan 5G di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan di Juni 56 Tb/bulan, mengalami kenaikan seiring dengan penambahan 20-an BTS 5G di bulan Juli menjadi 94 Tb/bulan (growth 68 persen).

Penetrasi device 5G di Pekanbaru dari Juni ke Juli naik 8 persen dari perangkat seluler di lokasi dengan tingkat konsumsi internet pada Juni 66.547 dan di bulan Juli 71.931.

Latensi yang lebih rendah dan pengalaman throughput lebih tinggi dibandingkan jaringan 4G menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai aktivitas digital pelanggan, mulai dari streaming, gaming, edutech, hingga kolaborasi daring.
"Berdasarkan data yang kita miliki pengguna 5G di bulan Juni 13.926 dan di bulan Juli 30.297. Artinya tumbuh sebesar 118 persen," sebut Fahmy.

Ekspansi Masif Jaringan 5G

Sejak menyalakan BTS seluler pertama di Indonesia di Batam 30 tahun lalu, Telkomsel terus menjadikan kota ini sebagai barometer kesiapan teknologi jaringan Telkomsel.

Oleh karena itu, Telkomsel melakukan ekspansi masif jaringan 5G yang sudah tersambung secara contiguous tanpa terputus sehingga semua pelanggan Telkomsel bisa memanfaatkan jaringan 5G sehingga secara strategis bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital.

''Kami akan terus memperluas 5G di Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang hingga menjangkau kota/kabupaten lainnya di Pulau Sumatera,'' ujar Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna, baru-baru ini.

Telkomsel kini mengoperasikan secara keseluruhan hingga lebih dari 3.000 BTS 5G di 56 kota/kabupaten se-Indonesia. Melanjutkan ekspansi masif di Denpasar-Badung, Jabodetabek, Surabaya, Makassar, dan Batam, Hyper 5G Telkomsel akan hadir dan terus diperluas secara bertahap dan terukur, sejalan dengan kesiapan ekosistem 5G di sejumlah lokasi utama.

Disebutkan Indra, saat ini Telkomsel berkomitmen untuk mengimplementasikan jaringan 4G dan 5G secara beriringan. Hal itu untuk mendukung konektivitas digital yang lebih inklusif serta mendorong produktivitas masyarakat untuk bisnis, hiburan, dan kegiatan lainnya.

“Kami jamin tidak ada isu dengan 4G. Teknologi yang kami implementasikan adalah bersamaan, beriringan, memaksimalkan teknologi baru dan memastikan kontinuitas 4G itu sendiri,” ujar dia.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi mempunyai efek yang sangat besar, maka harus didukung pula oleh pemerintah setempat sehingga sebuah kota bisa menjadi Smart City yang unggul dan saling terintegrasi untuk perkembangan ekonomi digital yang akan mendorong peningkatan perekonomian nasional.

Telkomsel menjadi yang pertama yang menggelar jaringan 5G di Indonesia

Vice President Technology Strategy and Consumer Product Innovation Telkomsel Ronald Limoa mengatakan, saat ini, Telkomsel memiliki cakupan 5G yang paling luas.

"Kami sangat bangga Indonesia memulai 5G dan sejarah itu ditulis oleh Telkomsel. Di 2020, Telkomsel pertama meluncurkan 5G, dan saat ini coverage 5G Telkomsel di Indonesia adalah yang paling luas," kata Ronald.

"Kami ada di semua pulau besar di Indonesia, termasuk di ujung sumatra, Aceh, dan kami juga akan mendukung PON Aceh dan Sumatera Utara, di Timika juga sudah ada. Itu adalah sesuatu yang membuat kami bangga dan kami ingin membawa semangat itu menjadi semangat Indonesia," imbuhnya.

Sejarah 5G dan Manfaatnya

Mulai tahun 2014 lalu, masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati teknologi seluler generasi keempat yang dikenal dengan 4G. Selama itu pula, kita telah menikmati kemajuan pengembangan aplikasi smartphone secara pesat, mulai dari kehadiran platform ojek online hingga semakin menjamurnya layanan video streaming, yang tentunya mengakselerasi pengalaman kita dalam memanfaatkan mobile broadband.

Kini, Indonesia tengah bersiap untuk mengimplementasikan 5G dan mengajak masyarakat luas untuk menikmati manfaat jaringan seluler di level yang lebih tinggi lagi. Pasalnya, 5G tidak hanya didesain untuk menghubungkan manusia dengan manusia, tapi juga manusia dengan perangkat atau suatu perangkat dengan perangkat lainnya.

Secara garis besar, 5G sebagai teknologi jaringan seluler generasi kelima mampu menghadirkan kecepatan dan kapasitas data yang lebih tinggi serta latensi (waktu akses layanan data) yang jauh lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Jika bicara kecepatan data, secara teori 5G mampu menghadirkan peak data rate hingga 20 Gbps, atau sekitar 20 kali lebih tinggi dari peak data rate 4G. Kemudian, 5G pun memiliki latensi yang begitu rendah, yaitu 1ms, atau sekitar 10 kali lebih rendah dari 4G. Hal tersebut membuat 5G mampu menghadirkan akses yang lebih instan, khususnya pada pemanfaatan jaringan secara real-time. 5G juga didesain untuk mampu mengakomodasi connection density pada 1 juta perangkat/km2, atau 10 kali lebih banyak dari 4G.

Di samping itu, 5G juga hadir sebagai ekosistem yang lebih utuh dan mumpuni dibandingkan 4G. Jika 4G difokuskan untuk menghadirkan layanan broadband yang lebih cepat dari 3G, maka 5G didesain untuk menjadi sebuah platform yang tidak hanya meningkatkan pengalaman mobile broadband, namun juga mampu mendukung lahirnya berbagai platform atau use case baru.

Maka dari itu, 5G kerap disebut sebagai game-changer dalam teknologi jaringan mobile, karena ia mampu membuka lebih banyak peluanguse cases baru.

Berbekal kecepatan download yang begitu tinggi, latensi yang amat rendah, serta ketersediaan dan kapasitas data yang besar, 5G dapat mematangkan bermacam inovasi, seperti layanan kesehatan jarak jauh (termasuk remote surgery), kendaraan otonom, wireless automation di kawasan industri (mencakup remote controlling machinery, smart surveillance, dan smart factory), remote robotics, serta pengembangan smart grid dan lain-lain.

Kapabilitas 5G mampu menjawab berbagai kendala dalam hal bandwidth, latensi, dan konektivitas dalam jumlah besar yang dijumpai pada teknologi 4G. Maka dari itu, kehadiran 5G akan memberikan pengaruh yang lebih besar untuk mentransformasi hidup kita jika dibandingkan dengan kemunculan 4G dulu. 5G pun disebut sebagai teknologi jaringan mobile pertama yang memberikan manfaat besar bagi industri dan sektor konsumen.

Hadirnya jaringan 5G di Indonesia melanjutkan konsistensi Telkomsel untuk senantiasa menghadirkan teknologi terkini dan terdepan dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang berkesinambungan, melanjutkan pengembangan teknologi jaringan berbasis broadband di Indonesia mulai dari memperkenalkan jaringan 3G (2006) dan 4G LTE (2014) hingga menggelar pengalaman 5G pertama di Indonesia melalui ‘Telkomsel 5G Experience Center’ pada ajang internasional Asian Games 2018 di Jakarta.

Mengenal Teknologi 1G hingga 5G

Kita tahu sekarang ini teknologi jaringan seluler telah sampai pada generasi ke-5 atau yang dikenal dengan nama 5G. Teknologi jaringan ini pun disebut-sebut mampu menghantarkan kecepatan data 20 kali lebih cepat dari generasi sebelumnya, yakni 4G.

Sebenarnya apa sih huruf G itu? Huruf G merujuk pada kata “Generation” atau generasi. Masing-masing generasi memiliki standar jaringan tertentu yang disesuaikan dengan standar jaringan telepon dan sistem telepon seluler pada saat itu.

5G

5G lahir sebagai sebuah jawaban atas kebutuhan koneksi ke tahap yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Karenanya, sejumlah perusahaan dengan ekosistem mobile saat ini berkontribusi dan berupaya agar 5G dapat dinikmati oleh masyarakat di dunia.

Sebagaimana halnya teknologi jaringan penerus, sudah pasti 5G memiliki kemampuan yang lebih canggih dari 4G, antara lain secara teori dapat mencapai data rate hingga 20 kali lebih cepat (20 Gbps), latency 10 kali lebih rendah (1ms), dan jumlah connection density 10 kali lebih banyak dari 4G (1 juta devices/km2), sehingga penggunaannya tidak hanya untuk pemenuhan layanan mobile broadband untuk konsumen, namun juga untuk Industry 4.0.

Editor : M. Erizal
#download #Jaringan 5 G #streaming #telkomsel