Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penurunan Tarif PPN Belum Direalisasikan dalam Waktu Dekat

Tim Redaksi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:49 WIB
Kemenkeu menegaskan akan tetap hati-hati dalam menjalankan fungsi fiskal, tanpa mengorbankan defisit APBN di atas 3 persen dari PDB.
Kemenkeu menegaskan akan tetap hati-hati dalam menjalankan fungsi fiskal, tanpa mengorbankan defisit APBN di atas 3 persen dari PDB.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan akan tetap hati-hati dalam menjalankan fungsi fiskal. Tetap dorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, saat ini Indonesia sedang mempercepat pertumbuhan ekonominya. Dengan mengoptimalkan kebijakan fiskal, menjaga stabilitas moneter sejalan dengan menghidupkan sektor swasta dan memperbaiki iklim investasi.

Terkait penurunan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), Purbaya menyatakan belum melakukan perhitungan untuk mengambil keputusan dalam waktu dekat. Karena, kondisi perpajakan, kepabeanan, dan cukai saat ini masih dalam tahap pembenahan. Sehingga perlu waktu untuk melihat hasilnya sebelum melakukan evaluasi tarif pajak.

“Pada triwulan I dan terakhir tahun depan akan saya lihat nanti. Nanti kalau sudah clear gambarannya seperti apa, baru kita hitung ulang. Kalau (keputusannya) sekarang, terlalu dini,” terang Menkeu, Senin (20/10).

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang membenahi pendapatan negara dari sektor perpajakan dan cukai. Jika sudah stabil dan optimal, baru kebijakan lanjutan akan dipertimbangkan. “Habis itu baru kita cari langkah yang lain kalau memang diperlukan,” imbuhnya.

Dalam pertemuan dengan 12 perusahaan pengelola dana investasi (fund manager), Purbaya mengaku sempat ditanya pemerintah akan menaikkan batas defisit anggaran di atas 3 persen dari PDB atau tidak. Bahkan, beberapa pihak mengusulkan agar menerobos batas tersebut. Menurut dia, menaikkan batas defisit belum menjadi opsi saat ini. Mengingat realisasi belanja anggaran belum optimal.

“Mereka nanya apakah kamu akan menembus (batas defisit) 3 persen? Bahkan (mereka) ngusulin, tembus aja 3 persen. Saya bilang sama mereka, ini kan anggarannya belum optimal penyerapannya. Ngapain saya naikin? Kalau itu (APBN) sudah optimal, tepat sasaran, tepat waktu, dan nggak ada yang bocor, baru saya naikin. Kalau nggak begitu, saya naikin (defisit di atas 3 persen), makin banyak bocornya,” ujarnya.(jpg)

Editor : Rindra Yasin
#kemenkeu #Purbaya Yudhi Sadewa #apbn #pdb