PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aryaduta Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan iven tahunan Astakarya 2025 yang mengusung tema “Panggung Legenda Putri Kaca Mayang.” Acara ini sukses dengan menghadirkan berbagai penampilan dan kompetisi bernuansa budaya Melayu yang sarat makna dan edukasi.
General Manager Aryaduta Pekanbaru Asni Alexia Lim mengatakan, Astakarya merupakan program tahunan Aryaduta Group yang berfokus pada pengembangan kreativitas, pelestarian budaya lokal, serta pemberdayaan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, Aryaduta ingin memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan diri melalui seni dan budaya, sekaligus memperkenalkan kembali kisah-kisah legendaris daerah kepada publik dengan kemasan yang menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” ujarnya belum lama ini.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Aryaduta Pekanbaru menghadirkan dua kompetisi utama, yakni lomba fashion show anak dan lomba drama teater Putri Kaca Mayang. Fashion show diikuti anak-anak berusia 5-10 tahun dengan kostum bernuansa tradisional yang menggambarkan pesona karakter legenda melayu yaitu Putri Kaca Mayang.
Sementara itu, lomba drama teater diikuti SMA Negeri 1 Pekanbaru dengan judul “Air Mata Gasib”, SMA Negeri 7 Pekanbaru, dan SMA Darma Yudha Pekanbaru dengan judul “Pulanglah Putri Kaca Mayang” , yang menampilkan interpretasi kreatif dari kisah legendaris Putri Kaca Mayang secara dramatis dan penuh penghayatan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan spesial dari SLB Pembina Pekanbaru, yang membawakan tari Melayu, pantomim budaya, dan dongeng bertema Putri Kaca Mayang. Kehadiran para siswa SLB menjadi simbol inklusivitas dan semangat kebersamaan yang diusung oleh program Astakarya, bahwa seni dan budaya adalah milik semua orang tanpa batas.
“LewatAstakarya, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Kami ingin membangun ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga budaya daerahnya sendiri. Putri Kaca Mayang adalah simbol keteguhan hati dan cinta tanah Melayu, dan kami merasa terhormat bisa mengangkat kembali kisah ini dalam bentuk karya yang inspiratif,” lanjut Asni.
Asstistant Marketing Communication Manager Aryaduta Pekanbaru Renta Pakpahan menambahkan, iven ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tapi juga sarana untuk mempererat hubungan antara hotel, masyarakat, dan komunitas pendidikan. “Kami berharap Astakarya dapat terus menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu, dengan tema-tema budaya yang semakin kuat di tahun-tahun berikutnya,” terangnya.
Dengan terlaksananya Astakarya 2025: Panggung Legenda Putri Kaca Mayang, Aryaduta Pekanbaru menegaskan posisinya sebagai hotel yang tidak hanya menghadirkan kenyamanan dan layanan berkualitas, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam pelestarian dan promosi kekayaan budaya lokal Riau.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Aryaduta Pekanbaru, silakan kunjungi website di www.aryaduta.com atau hubungi di 081903869754 atau Instagram @aryadutapekanbaru.(gem)
Laporan SITI AZURA, Pekanbaru
Editor : Rindra Yasin