PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga emas melonjak naik sejak beberapa waktu terkahir. Sebagai perbandingan, harga emas pada November 2024 lalu berada di angka Rp1,5 jutaan per gram, sedangkan pada November 2024 harga emas melesat menjadi Rp2,3 jutaan per gramnya.
Kenaikan harga emas tersebut sekaligus mengangkat popularitas emas sebagai barang investasi. Khususnya bagi kalangan gen Z yang sebelumnya masih belum tertarik menginvestasikan penghasilan mereka pada emas.
Hal itu diakui oleh Pimpinan Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Eko Supriyanto. Saat ini, menurutnya cukup mudah untuk menjual emas karena ada efek fear of missing out (FOMO) khususnya di kalangan gen Z.
"Didukung harga emas mulai naik, gen z sudah mulai sedikit mengenal investasi emas. Cuma masih banyak yang FOMO. Itu sekarang menjadi tugas kita. Mereka yang tadinya FOMO, jadi tahu berinvestasi emas itu seperti apa," ungkapnya.
Menurutnya, masih banyak gen Z yang sekadar ikut-ikutan invest, tanpa tahu ilmu investasi emas seperti apa.
"Masih banyak yang tidak tahu investasi emas seperti apa. Mereka itu ketika harga emas turun dikit, sudah panik. Mereka menganggap emas seperti saham. Ketika harga goyang dikit, harus jual biar gak rugi banyak. Padahal bukan begitu," lanjutnya.
Berbeda dengan investasi di pasar modal atau saham, investasi emas dikatakannya merupakan investasi jangka panjang. Turun naiknya harga emas jangka pendek, harusnya tidak berpengaruh pada niat investasi.
"Nah, berinvestasi emas harus benar-benar tahu tujuannya. Investasi emas itu, untuk mengamankan aset jangka panjang. Naik turun harga harian jangan dipedulikan. Jangan FOMO, takut ketinggalan. Ketika teman-teman sudah investasi saya kok belum. Jadi mengikuti saja, tapi gak tahu ilmunya," sambungnya.
FOMO yang seperti itu dikatakannya justru akan berdampak pada kerugian. Terlebih harga dasar emas yang saat ini tengah naik. Bahkan, harga jual di pasaran juga meningkat jauh karena beberapa merk tertentu banyak yang mencari.
"Itu menjadikan orang-orang FOMO. Harus dapat, harus dapat. Sehingga harga makin naik. Padahal dengan begitu keuntungan jangka panjang tidak bisa didapat kalau kita beli dengan harga-harga FOMO tadi," paparnya lagi.
Karena itu, investasi emas dikatakannya tak perlu FOMO. Membeli emas bisa disesuaikan dengan jumlah uang yang dimiliki saat itu. Karena tujuannya ialah investasi jangka panjang.
"Emas kalau untuk investasi jangka pendek pasti rugi. Karena ada selisih harga jual dan harga beli. Ketika nabung pun pasti rugi 3 persen karena selisih itu. Tapi kalau untuk jangka panjang, hisrtory sudah membuktikan emas itu cenderung naik di atas inflasi," terangnya.
Karena itu, pihaknya mengaku tengah gencar mengedukasi gen Z dan masyarakat tentang ilmu investasi emas. Terlebih Pegadaian juga memiliki produk Investasi Emas Digital Pegadaian juga bisa dimanfaatkan, khususnya bagi gen z yang dekat dengan gadget dan teknologi.
Sebab, dengan produk Pegadaian ini, mereka bisa dengan mudah cek harga emas harian. Termasuk membeli atau menabung emas yang bisa dilakukan dimana pun, kapan pun. Cukup dengan mengunduh aplikasi Tring! Pegadaian, investasi emas pun berada di ujung jari.
"Kami menghadirkan produk investasi emas digital ini memang untuk memudahkan masyarakat dalam menginvestasikan penghasilan mereka pada emas. Karena mulai dari Rp10 ribu saja, mereka sudah bisa berinvestasi. Jadi tak perlu tunggu uang terkumpul, kapan saja investasi emas dapat dilakukan dengan mudah," paparnya lagi.
Bukan hanya itu, tabungan emas digital juga bisa digadaikan, dijual kembali ataupun dicetak fisiknya. Tersedia juga layanan Cicil Emas, yang membuat nasabah tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga emas di masa depan.
Sebab, harga cicilan emas langsung dikunci saat nasabah melakukan cicilan pertama. Sehingga meskipun di cicilan berikutnya harga emas mengalami kenaikan, nilai cicilan tidak ikut mengalami kenaikan.
Milenial dikatakannya masih menjadi nasabah terbanyak untuk investasi emas digital Pegadaian saat ini. Karena itu, Pegadaian juga aktif ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait keunggulan investasi emas digital tersebut.
Ke depan, ia berharap, investasi emas digital Pegadaian bisa menjadi pilihan investasi bagi semua kalangan khususnya gen Z. Terlebih, diprediksi harga emas ke depan juga masih akan terus mengalami kenaikan. Sehingga investasi emas masih menjadi investasi terbaik untuk jangka panjang.
"Sebenarnya harga emas ke depan nggak bisa diprediksi. Tergantung kondiis ekonomi dunia dan politik dunia. Itu berpengaruh sangat signifikan. Tapi kalau kita lihat (harga emas) masih akan naik terus. Karena kondisi politik dunia masih gonjang-ganjing," lanjutnya.
Jikapun nanti harga emas turun, dikatakannya harga emas tidak akan pernah kembali ke posisi awal. Karena itu, jika ditanya kapan waktu terbaik untuk investasi emas, jawabannya adalah saat ini.
"Investasi emas adalah cara untuk mengamankan aset, bukan untuk mendapatkan keuntuntungan jangka pendek. Berinvestasilah dari sekarang. Bahkan dengan Rp10 ribu pun sudah bisa mendapatkan emas digital di Pegadaian. Jadi, jangan tunggu besok atau jangan sekadar FOMO. Beli emas sekarang," tutupnya.(azr)
Editor : M. Erizal