PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pendapatan negara mencapai Rp23.295,68 miliar atau 114,2 persen dari target yaitu mengalami kenaikan sebesar 24,35 persen (y-o-y) terutama disebabkan pertumbuhan pada penerimaan Bea Cukai yang tumbuh 349,31 persen (y-o-y). Pendapatan pajak sebesar Rp 13.568,83 miliar terkontraksi 8,49 persen (y-o-y) karena penurunan terjadi pada PPh sebesar 17,77 persen dan PPN sebesar 9,42 persen yang disebabkan besarnya restitusi.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Riau, Heni Karikawati, dalam siaran pers, Selasa (23/12/2025).
Ia mengatakan penerimaan Bea Cukai melanjutkan pertumbuhan dengan capaian 217,13 persen (y-o-y) atau Rp8.499,30 miliar disebabkan kenaikan Bea Keluar sebesar 231,48 persen (y-o-y) karena kenaikan kolom tarif menjadi 7 dan tonase ekspor CPO meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"PNBP terealisasi Rp1.227,54 miliar atau tumbuh 0,14 persen dibandingkan dengan tahun 2024, yang disebabkan turunnya PNBP lainya sebesar 2,35 persen, sementara PNBP dari BLU meningkat 4,66 persen," jelasnya.
Dikatakan, belanja Pemerintah Pusat mencatatkan kontraksi 18,32 persen seiring dengan menurunnya pagu anggaran dibandingkan dengan tahun lalu dan adanya efisiensi anggaran di awal tahun. Hanya Pos Belanja Pegawai yang tercatat mengalami pertumbuhan 10,46 persen (y-o-y).
Belanja Transfer Ke Daerah mencatatkan pertumbuhan 2,81 persen (y-o-y) atau terealisasi sebesar Rp22.540,19 miliar. Pertumbuhan ini hanya disokong oleh pertumbuhan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 10,68 persen (y-o-y).
"Pada bulan November 2025 neraca APBN Regional Riau mencatatkan defisit sebesar Rp5.853,23 miliar artinya pemerintah pusat menyalurkan lebih banyak dana ke Riau dibandingkan penerimaan yang dikumpulkan dari Riau. Defisit ini masih lebih rendah dari target yang mencapai Rp13.375,48 miliar," ungkapnya.
Sementara itu, kata Heni Karikawati, Penyaluran KUR sampai dengan November 2025 terealisasi Rp8,83 triliun kepada 104.235 debitur, penyaluran terkontraksi sebesar 5,34 persen dan debitur terkontraksi 8,56 persen secara y-o-y. Rata-rata penyaluran s.d November 2025 sebesar Rp84,79 juta/debitur.
"Kinerja penyaluran KUR sampai dengan November 2025 mencapai 88,59 persen dari plafon KUR Tahun 2025 untuk Provinsi Riau dengan realisasi debitur 95,04 persen dari target," lanjutnya.
Realisasi penyaluran UMi sampai dengan November 2025 sebesar Rp387,11 miliar kepada 54.477 debitur. Nilai penyaluran tumbuh sebesar 40,28 persen dan debitur juga tumbuh 23,28 persen secara y-o-y. Rata-rata penyaluran sampai November 2025 mencapai Rp6,73 juta/debitur. Kinerja penyaluran UMi s.d November 2025 sebesar 159,18 persen dari target penyaluran UMi sedangkan realisasi debitur mencapai 124,95 persen.
Editor : Rindra Yasin