SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Pasar nasional dipastikan akan tetap mampu menyerap produksi semen. Namun, peningkatannya diprediksi tidak akan tinggi. Sebab pasar domestik masih menghadapi kondisi overcapacity di 2025.
Pebisnis merasa bahwa industri masih punya ruang pertumbuhan tahun ini. Prediksi yang muncul, penjualan semen tanah air bakal tumbuh 2,5 persen. Namun, pertumbuhan tersebut harus disertai dengan upaya ekstra pelaku industri.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk Dendi Ramdani menyampaikan, pertumbuhan industri semen di tanah air masih bisa tumbuh. Namun, angkanya memang tak tinggi. Sekitar 2,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti.
“Memang, industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi. Tapi, masih ada potensi,” ujarnya, Rabu (14/1). Editor : Arif Oktafian