Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemerintah Serahkan Proposal Perbaikan Bursa ke MSCI

Tim Redaksi • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:57 WIB
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi (kedua kanan), Direktur Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (dari kiri), Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Patria, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Mo
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi (kedua kanan), Direktur Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (dari kiri), Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Patria, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Mo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Para pejabat otoritas pasar modal kemarin bertemu dengan perwakilan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI, penyedia indeks global), Senin (2/2). Pertemuan itu membahas sejumlah catatan MSCI yang berakibat pada ambruk­nya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hasil pertemuan tertutup itu disampaikan oleh Pejabat Sementara Kepala Ekseku­tif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Kar­bon OJK Hasan Fawzi. Dia mengatakan, pertemuan itu juga dihadiri BEI, KSEI, serta perwakilan Danantara. Hasan mengklaim pertemuan berlangsung konstruktif.

“OJK bersama Bursa dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab seluruh concern MSCI, khususnya terkait transparansi dan likuiditas,” ungkapnya.

Beberapa langkah yang diusulkan, antara lain, peningkatan keterbukaan kepemilikan saham di bawah 5 persen hingga di atas 1 persen, perincian klasifikasi investor dari sembilan menjadi 27 sub-tipe, serta rencana kenaikan free float minimum dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menilai, proses dialog dengan MSCI berjalan cepat dan progresif. Dia menyebut, langkah-langkah yang ditempuh regulator dan pelaku pasar merupakan sinyal positif bagi penguatan pasar modal nasional.

“Ini memang soal detail, tapi progresnya sangat encouraging. Saya rasa ini rebalancing dan menurut saya sesuatu yang nantinya akan baik, yang penting adalah progres yang kita lakukan day by day. Kami sangat encourage melihat step-step yang dilakukan, sangat serius,” ujarnya.

IHSG Masih Tertekan

IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/2). IHSG anjlok 4,88 persen dan berakhir di level 7.922,73, seiring tekanan pasar global dan aksi rebalancing portofolio investor.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penurunan indeks kemarin perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas. Pasalnya, pelemahan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda bursa regional.

“Secara regional, indeks-indeks lain juga minus. Kalau kita lihat di Kospi Korea, minusnya bahkan jauh lebih dalam, 5 persen lebih ya, 5,4 persen. Kemudian di Hongkong, India, Singapura, dan Cina juga secara regional melemah, emas juga melemah pada hari ini,” kata Friderica di Jakarta, kemarin (2/2).

Di balik koreksi tajam IHSG, Friderica menilai masih terdapat sinyal positif dari pasar. Setelah empat hari berturut-turut mencatatkan aksi jual investor asing, pada perdagangan kemarin justru membukukan net buy sebesar Rp654,9 miliar. “Jadi ini berita bagusnya, bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell,” ujarnya.

Dia menambahkan, tekanan IHSG terutama berasal dari saham-saham yang selama ini telah mengalami kenaikan harga signifikan. Sementara itu, saham-saham dengan fundamental yang kuat justru masih mencatatkan penguatan, meski terbatas. “Jadi, kita melihat investor melakukan rebalancing portofolio mereka. Kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik ya, walaupun sedikit, tapi naik,” tuturnya.

OJK bersama seluruh Self Regulatory Organization (SRO) memastikan seluruh aktivitas perdagangan di pasar modal berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Friderica juga mengimbau investor untuk tidak panik dan tetap berorientasi jangka panjang. “Fundamental ekonomi kita sangat baik, begitu juga kalau kita melihat prospek ke depan juga sangat baik. Jadi tolong jangan panik ya, tetap tenang,” ucapnya.

DPR Minta Pemerintah Kelola Bursa dengan Integritas

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Anna Mu’awanah mendukung percepatan reformasi pasar saham nasional. Dia menilai langkah tersebut mendesak dilakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi MSCI.

’’Pemerintah tidak boleh menunda. Gejolak pasar pasca-rekomendasi MSCI harus dijadikan bahan evaluasi serius. Reformasi ini penting untuk memperbaiki integritas pasar, meningkatkan transparansi, dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat,” ujar Anna.

Dia menegaskan, pemerintah bersama otoritas terkait harus segera menjalankan kebijakan free float menjadi minimal 15 persen. Dia mengingatkan adanya tenggat waktu yang ditetapkan MSCI, yakni paling lambat Mei tahun ini.

“Ada risiko besar jika Indonesia gagal memenuhi tenggat waktu tersebut, mulai dari penurunan kepercayaan investor internasional hingga potensi eksklusi saham-saham Indonesia dari indeks global MSCI. Kegagalan tersebut akan membangun persepsi bahwa pasar modal Indonesia tidak transparan dan berisiko tinggi,” urainya.

Anna juga menyoroti persoalan keterbukaan informasi dan struktur kepemilikan saham yang menjadi perhatian utama lembaga riset global tersebut. Menurut dia, kebijakan free float 15 persen penting untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan dan mencegah praktik yang merugikan investor.

“Ini soal pembuktian bahwa tata kelola bursa saham Indonesia semakin transparan dan adil. Delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang disiapkan pemerintah harus dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana,” tuturnya.

Anna juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan investor ritel yang jumlahnya terus meningkat. Dia berharap reformasi pasar modal mampu menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berintegritas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan sampai investor kecil menelan pil pahit karena masuk ke pasar yang tidak sehat. Negara wajib memastikan pasar modal kita berintegritas sehingga seluruh lapisan investor terlindungi,” katanya.(lyn/mim/oni/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#ksei #ihsg #Danantara #bei #bursa #MSCI