JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkeinginan membeli PT Permodalan Nasional Madani atau PNM (Persero), anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selanjutnya PT PNM difokuskan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk program pemerintah.
Ke depannya, PNM menjadi Special Mission Vehicle (SMV). Untuk menuju ke arah itu, Purbaya masih menunggu izin Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Saya sedang diskusi sama Danantara untuk ngambil KUR-nya. Saya tertarik sama PNM sebetulnya. Tapi sampai sekarang belum dikasih sama Danantara,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (4/2).
“Jadi rencana saya akan pakai itu, kalau dikasih sebagai penyalur KUR yang betul-betul program pemerintah. Nanti BRI saya mau beli, kalau perlu,” tambahnya.
Lebih lanjut ia membeberkan keinginan menjadikan PNM sebagai SMV. Setiap tahun Kemenkeu menyalurkan subsidi KUR bunga sebesar Rp 40 triliun.
Menurut dia, jika Kemenkeu rutin menyalurkan Rp40 triliun ke SMV khusus KUR, pemerintah berpotensi miliki bank modal Rp160 triliun selama 4 tahun.
“(PNM akan dijadikan SMV Pak?) Seperti itu. Kan saya setiap tahun bayar subsidi KUR bunga itu hampir Rp40 triliun uangnya hilang,” ujar Purbaya.
“Kalau saya punya unit penyalur saya kasih Rp40 triliun setiap tahun. Kasih kucuran bunga rendah ke nasabahnya, ke KUR-nya. Dalam 4 tahun kan saya punya 1 bank kecil dengan modal Rp160 triliun. Itu sudah besar dan bisa memberikan KUR lebih baik supaya uang saya tidak hilang setiap tahun Rp40 triliun,” tambahnya.
Terkait diskusi yang masih berlangsung dengan Danantara, Purbaya mengancam menaikkan pajak kepada Danantara. Ia menyatakan badan investasi yang dipimpin Rosan Perkasa Roeslani tidak mau melepaskan PNM ke bawah Kemenkeu.
“Saya pikir-pikir apakah saya bisa usahakan seperti itu. Nanti saya diskusikan. Saya mau beli dari Danantara, nanti kalau nggak ngasih kita naikin aja pajaknya,” tukasnya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian