JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tekanan geopolitik langsung mengguncang pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 4,57 persen pada perdagangan Rabu (4/3). Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut pelemahan ini tak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan koreksi tajam di pasar regional.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (BEI) Irvan Susandy menjelaskan, indeks-indeks Asia seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, hingga ASX juga tertekan. Bahkan, Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya turun lebih dari 8 persen.
“Hal ini merupakan dampak eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memicu kekhawatiran krisis energi,” ujar Irvan.
Waspadai Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS per Barel Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menambahkan, konflik Timur Tengah membuat pasar energi global dalam mode waspada. Ancaman terhadap Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi energi global. Editor : Arif Oktafian