Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hingga April 2026, Pegadaian Kelola 145 Ton Ekosistem Emas

Siti Azura • Minggu, 24 Mei 2026 | 06:29 WIB
Presiden Prabowo bersama Damar Latri Setiawan Direktur Utama PT Pegadaian. (Istimewa)
Presiden Prabowo bersama Damar Latri Setiawan Direktur Utama PT Pegadaian. (Istimewa)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pegadaian sukses merajai transformasi industri keuangan nasional dengan menjadi wajah utama Layanan Bank Emas di Indonesia. 

Dominasi ini kian kokoh seiring dengan langkah Asta Cita pemerintah yang agresif, khususnya dalam mendorong penguatan ekosistem bullion domestik. Transformasi Pegadaian terbukti menjadi katalis penting dalam mengubah perilaku investasi masyarakat. 

Sebelum istilah “Bullion” atau "Bank Emas" ramai diperbincangkan, Pegadaian telah menjadi first mover investasi emas melalui produk Cicil Emas hingga Tabungan Emas.

Baca Juga: 29 Ekor Ikan Koi Milik Wako Pekanbaru Mati hingga UMKM Stop Berproduksi Gegara Pemadaman Listrik

Inovasi ini mengubah persepsi masyarakat dari yang awalnya menganggap emas sebagai aset eksklusif, menjadi investasi inklusif yang dapat diakses dengan Tabungan Emas mulai dari Rp10 ribu. 

Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi menegaskan bahwa penguatan layanan Bank Emas menjadi bukti nyata transformasi Pegadaian dalam membangun ekosistem emas nasional yang semakin modern dan inklusif.

“Tren investasi emas di masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Hingga April 2026, Pegadaian berhasil mengelola ekosistem emas mencapai sekitar 145 ton. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan dan produk emas Pegadaian,” ujar Agus Riyadi.

Baca Juga: Warga Rohul Kembali Gelap-gelapan, Listrik Padam Lagi Setelah Pulih Dini Hari

Dilanjutkannya, tabungan Emas juga terus tumbuh dengan kelolaan lebih dari 20 ton atau setara valuasi di atas Rp51 triliun. Selain itu, produk Cicil Emas mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan dengan kenaikan outstanding loan sebesar 152,79 persen secara year on year menjadi Rp 13,85 triliun. 

"Capaian ini semakin memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan jasa keuangan yang mampu menghadirkan solusi investasi emas yang aman, mudah dijangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini," ujarnya.

Dominasi Pegadaian kian diperkuat oleh kepemilikan jaringan fisik lebih dari 4.000 outlet, ketersediaan vault (ruang penyimpanan) berstandar internasional, jalur distribusi emas fisik nasional yang lancar, serta jaminan sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan jaminan underlying asset 1:1. 

Baca Juga: PLN Minta Maaf atas Gangguan Kelistrikan Sumatera, Pemulihan Dilakukan Bertahap

Hadirnya Tring! by Pegadaian sebagai one stop apps menjadi pilar digital penting yang menyempurnakan seluruh lini ekosistem bisnis Perusahaan. Tring! berperan sebagai jembatan yang menyatukan kenyamanan teknologi modern dengan keandalan layanan fisik Pegadaian dalam satu genggaman.

Langkah penguatan Layanan Bank Emas oleh Pegadaian ini dinilai berjalan selaras dengan agenda strategis hilirisasi serta visi Asta Cita pemerintah. 

"Melalui ekosistem bullion yang kuat, inklusif, dan andal ini, Pegadaian berkomitmen penuh untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi di dalam negeri sekaligus menyukseskan misi besar bersama untuk MengEMASkan Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Tuntas Ikuti Sosialisasi, Operator SIKS-NG Desa dan Kelurahan Input Data di Aplikasi DTSEN, Jumlah Penerima Bantuan Sosial di Inhu Berpotensi Berubah 

Masyarakat kini dapat dengan mudah menabung saldo emas secara konsisten dan mengambilnya kapan saja ke dalam bentuk fisik. 

Sebagai institusi keuangan dengan Layanan Bank Emas terlengkap di Indonesia dan sesuai dengan visi perusahaan sebagai The Leader in Gold Ecosystem, Pegadaian menghadirkan empat produk andalan yang dirancang untuk segmen ritel maupun korporasi. 

Di antaranya Deposito Emas. Memungkinkan nasabah mendepositokan emas fisik atau saldo emas mereka dengan pilihan tenor 6, 9, atau 12 bulan. Berbeda dengan deposito konvensional, imbal hasil (yield) yang diberikan berupa gramasi emas setiap bulannya, sehingga nilai total aset emas nasabah terus bertumbuh secara organik.

Baca Juga: Aksi Curat Rp80 Juta Gegerkan Warga Rohul, Pelarian Pelaku Berakhir di  Rambah Samo

Lalu pinjaman modal kerja emas. Ini menjadi solusi pembiayaan produktif yang ditujukan khusus bagi pelaku industri emas (pengrajin, pedagang perhiasan, dan pelaku usaha terkait). Pinjaman diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik,  sehingga pelaku usaha terproteksi penuh dari risiko fluktuasi harga emas.

Kemudian jasa titipan emas korporasi. Pegadaian berperan sebagai Gold Custodian berskala internasional. Layanan ini memfasilitasi perusahaan atau institusi besar yang memiliki aset emas dalam jumlah masif untuk menitipkan aset mereka di bawah pengamanan ketat berlapis yang terjamin.

Ada pula perdagangan emas . Bertindak sebagai Gold Provider, Pegadaian melayani transaksi jual-beli emas fisik dengan jaminan kemurnian tinggi (24 karat) dan bersertifikat resmi.

Editor : M. Erizal
#pt pegadaian #bank emas #Bank Emas Pegadaian