Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budi Daya Lele

Henny Elyati • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:49 WIB
Seorang warga sekaligus anggota Kelompok Budidaya perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama memberi makan ikan di kolam ikan lele di Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, baru-baru ini. (henny elyati/riau pos)
Seorang warga sekaligus anggota Kelompok Budidaya perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama memberi makan ikan di kolam ikan lele di Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, baru-baru ini. (henny elyati/riau pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama terkait kepastian sumber pendapatan untuk menopang kebutuhan keluarga setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Bayang-bayang berku­rang­nya sumber penghasilan juga sempat menggelayuti pikiran Jamaros (56), warga Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau.

Alih-alih berpangku tangan, Jamaros memilih untuk te­rus bergerak. Bersama warga lainnya, ia menekuni budi daya perikanan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga: Honda HEAT Show-Off Sukses Guncang Pangkalankuras

Kini, kecemasan itu perlahan memudar, Jamaros selaku anggota Kelompok Budi Daya Perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama, mendorong warga memajukan usaha budi daya lele di lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya hanya dikelola seadanya. Budi daya lele yang awalnya dikelola secara konvensional, kini terus bertranformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan. “Dari sekarang kami mulai sedikit-sedikit, supaya ada yang bisa diharapkan untuk masa depan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, kolamnya yang semula hanya berkapasitas 3.000 bibit lele, kini telah berkembang pesat hing­ga mampu menampung sekitar 15.000 bibit per siklusnya.

Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Pada masa-masa awal, kelompok yang sebagian besar beranggotakan para pensiunan dan ibu rumah tangga ini sempat terseok-seok akibat tingginya biaya pakan dan bibit, modal yang cekak, serta ketergantungan pada tengkulak yang membuat margin keuntungan menipis.

Baca Juga: Kekuasaan Bermental Raja

Titik balik mulai terlihat saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan hadir sebagai mitra pendukung. Guna memperkuat skala usaha, PHR menginisiasi pembentukan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Minas Bahari Serumpun, yang menyatukan delapan kelompok budidaya di wilayah setempat, termasuk kelompok Jaya Bersama.

Tak sekedar menyalurkan stimulus berupa 24.000 ekor bibit lele dan pakan, PHR juga memberikan fasilitas mesin pelet mandiri berbahan dasar ikan rucah serta pelatihan pembuatan probiotik. Intervensi ini rupanya menjadi kunci efisiensi biaya produksi yang selama ini menggerogoti kantong para peternak. Sebagai gambaran, dalam satu siklus budi daya ikan lele dengan jumlah tebar sekitar 7.500 ekor, dibutuhkan sekitar 850 kg pakan.(hen)

 

Editor : Arif Oktafian
#minas jaya #perikanan #siak #budidaya lele