Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Likuiditas Makin Longgar, Uang Beredar Tembus Rp10.415 T

Tim Redaksi • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:14 WIB
HITUNG UANG: Pegawai bank menghitung pecahan rupiah, belum lama ini. Rupiah terus melemah, bahkan mencapai Rp14.815 per dolar Amerika Serikat. (DIMAS PRABOWO/JPG)
(JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Likuiditas perekonomian nasional terus menguat. Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 10,8 persen secara tahunan (YoY) pada Mei 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 9,2 persen. Dengan pertumbuhan tersebut, posisi M2 mencapai Rp 10.415,9 triliun. Kenaikan likuiditas terutama ditopang oleh membaiknya penyaluran kredit perbankan serta penguatan aktiva luar negeri bersih.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan M2 pada Mei dipengaruhi oleh meningkatnya kredit yang disalurkan perbankan dan bertambahnya aset luar negeri bersih. ”Perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih,” ujarnya kemarin (23/6).

Baca Juga: Daihatsu Kumpul Sahabat Jadi Ruang Bahagia Masyarakat 

BI mencatat pertumbuhan kredit mencapai 10,8 persen (YoY), meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 9,4 persen. Di saat yang sama, aktiva luar negeri bersih tumbuh 5,2 persen (YoY), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,7 persen. Dari komponennya, pertumbuhan M2 ditopang oleh uang beredar sempit (M1) yang naik 15,3 persen (YoY) dan uang kuasi yang tumbuh 6 persen (YoY).

Sementara itu, uang primer atau base money (M0) adjusted pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp 2.214,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 14,2 persen (YoY), relatif stabil dibandingkan April yang mencapai 14,3 persen. (mim/dio/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#uang beredar #likuiditas #bank indonesia