Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kenaikan Harga Ciptakan Angka Kemiskinan

Tim Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kenaikan harga menciptakan angka kemiskinan di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6/2026).  (JPG)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kenaikan harga menciptakan angka kemiskinan di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6/2026). (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menilai kenaikan harga menjadi salah satu faktor yang menciptakan angka kemiskinan terus meningkat ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden Prabowo menyoroti fenomena ekonomi Indonesia tumbuh, namun jumlah penduduk miskin masih bertambah.

Kepala DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan DEN memiliki perhitungan yang menyebabkan kondisi tersebut bisa terjadi di struktur perekonomian Indonesia.

“Jadi bisa mungkin karena naikkan harga kita, ada datanya saya nggak ingat, nanti saya bisa-bisa, Dewan Ekonomi sudah menghitung,” ujar Luhut saat ditemui di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6).

Baca Juga: Daihatsu Sukses Gelar Kumpul Sahabat Depok 2026

Luhut mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan tetap berada di jalurnya untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Namun, ia mengingatkan perlu adanya upaya dari pemerintah untuk memaksimalkan berbagai program agar tetap berjalan efisien.

“Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan,” ujarnya. (jpg)

Lanjutnya, Indonesia hanya memilliki waktu 10 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka target Indonesia Emas 2045 akan sulit dicapai.

Baca Juga: Program Magang dan Vokasi Berlanjut, Siapkan Anggaran Rp6,26 Triliun

Meski begitu, ia optimis masih dapat dicapai apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu bekerja secara kompak.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi korupsi.

“Tapi kalau kita semua kompak, itu saya kira nggak ada masalah. Apalagi dengan government technology ini, akan pasti mengurangi korupsi, dan teknologi ini dibuat oleh anak-anak Indonesia,” ungkapnya.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#dewan ekonomi nasional #luhut binsar pandjaitan #kemiskinan