JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Nilai tukar rupiah kini mendekati Rp18.000 per dolar AS (USD). Nilai itu berpotensi kembali melemah pada perdagangan Jumat (3/7), usai ditutup melemah 43 poin menjadi Rp17.950 per USD pada perdagangan Kamis (2/7).
"Untuk perdagangan (3/7) mata uang Rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp17.990-Rp18.050," ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, Jumat (3/7)..
Dijelaskannya, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Ibrahim mengatakan, perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan bahwa penggajian swasta meningkat sebesar 98 ribu pada bulan Juni.
Baca Juga: 19 Pejabat Struktural Baru Dilantik, Umri Perkuat Tata Kelola dan Pacu Target Akreditasi Unggul
Angka ini di bawah ekspektasi pasar sebesar 113 ribu dan turun dari peningkatan 122 ribu yang tercatat pada bulan Mei. Sedangkan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM (PMI) turun menjadi 53,3 pada bulan Juni dari 54,0 pada bulan Mei, meleset dari perkiraan pasar sebesar 54,0.
Ibrahim mengatakan kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia dinilai menghadapi ujian cukup berat setelah munculnya sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II.
"Perhatian pasar saat ini beralih ke rilis data Nonfarm Payrolls AS dengan ekspektasi bahwa ekonomi AS akan meningkatkan angkatan kerjanya sebesar 110.000. Sementara Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3 persen," ujarnya.
Baca Juga: PKL di Jalan Sudirman Ujung Kembali Marak
Ia menjelas, kondisi yang mempengaruhi kepercayaan pasar di antaranya, neraca perdagangan Indonesia bulan Mei defisit, Inflasi melonjak, hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026. "Ini adalah tingkat penurunan yang paling kuat dalam setahun. Pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025," ucapnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi