Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Daewong Buka Babak Baru Perlawanan Diabetes Lewat SGLT-2 Inhibitor Andalan

Ari Iswandi • Rabu, 8 Juli 2026 | 23:30 WIB
(Ki-ka) dr Wicak Prasetiadi (Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia),Prof Dr dr m Yunir, SpPD, K-EMD (Chairman of PERKENI), Prof Dr dr Hikmat Permana, SpPD, K-EMD (Head of the Division of Endocrinology, Unpad/ RSUP Dr Hasan Sadikin), Seong-soo Parkm (CEO Daewoong Pharmaceutical), Prof Son Jang Won (Director of KDA), Prof Yong-ho Lee (Yonsei University College of Medicine, Korsel), Hyoung Cheol Park (Head of ETC Marketing Division, Daewoong Pharmaceutical).
(Ki-ka) dr Wicak Prasetiadi (Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia),Prof Dr dr m Yunir, SpPD, K-EMD (Chairman of PERKENI), Prof Dr dr Hikmat Permana, SpPD, K-EMD (Head of the Division of Endocrinology, Unpad/ RSUP Dr Hasan Sadikin), Seong-soo Parkm (CEO Daewoong Pharmaceutical), Prof Son Jang Won (Director of KDA), Prof Yong-ho Lee (Yonsei University College of Medicine, Korsel), Hyoung Cheol Park (Head of ETC Marketing Division, Daewoong Pharmaceutical).

 

BANDUNG (RIAUPOS.CO) - Daewoong Pharmaceutical Indonesia secara resmi meluncurkan Enavogliflozin, obat antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor hasil pengembangan mandiri, dalam simposium ilmiah di Hotel Aryaduta Bandung pada 26–28 Juni 2026, bersamaan dengan rangkaian Forum Endokrinologi Nasional Ke-14 PIT PERKENI 2026, guna memperluas pilihan terapi bagi penyandang diabetes di Indonesia.

Peluncuran ini menyasar kebutuhan mendesak, mengingat berdasarkan IDF Diabetes Atlas 2024, Indonesia saat ini memiliki sekitar 20,4 juta orang dewasa dengan diabetes yang diproyeksi melonjak menjadi 28,6 juta pada 2050, dengan sekitar 15 juta kasus diduga belum terdiagnosis. 

Selain hiperglikemia, komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal menuntut pendekatan terapi yang tidak hanya fokus pada gula darah, tetapi juga risiko metabolik dan organ vital.

Baca Juga: Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Riau, Bupati Kampar Siap Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Berbeda dari terapi umum, Enavogliflozin dirancang spesifik berdasarkan data klinis pada pasien diabetes tipe 2 di Asia, yang kerap memiliki resistensi insulin dan obesitas abdominal meskipun indeks massa tubuh (BMI) relatif lebih rendah. 

Prof. Yong-ho Lee dari Yonsei University menegaskan, "terapi ini tidak hanya efektif menurunkan glukosa darah, tetapi juga berdampak positif pada parameter metabolik seperti berat badan dan resistensi insulin—menjadi nilai tambah krusial bagi populasi Asia."

Ketua Umum PERKENI, Prof Dr dr Em Yunir, SpPD, K-EMD, menyambut positif kehadiran Enavogliflozin di Indonesia sebagai pilihan terapi baru yang sangat berarti di tengah beban diabetes yang terus meningkat.

Baca Juga: Kanwil DJP Riau,P3KPI, IAPI, dan IKTS Pekanbaru Sosialisasikan Penyesuaian Pengaturan Pajak Penghasilan PP 20 Tahun 2026

"Ia menekankan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas terapi serta luaran jangka panjang pasien. ungkap Yunir

Dalam simposium tersebut, sesi ilmiah menghadirkan pembicara utama Prof. Yong-ho Lee (Korea Selatan) dan Prof Dr dr Hikmat Permana, SpPD, K-EMD (RS Hasan Sadikin Bandung), yang memaparkan bukti klinis dan relevansi terapi baru di dalam negeri. 

Peluncuran juga diwarnai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Korean Diabetes Association (KDA) dan PERKENI, yang dipimpin oleh Prof. Sung-rae Kim (Chairman KDA). 

Baca Juga: Pembayaran Serba Digital, Pelabuhan Penumpang Dumai Diresmikan sebagai Kawasan Non Tunai

"MoU ini menjadi jembatan strategis untuk memperluas kerja sama dalam penelitian bersama dan pendidikan medis bidang diabetes, guna menciptakan peluang bermakna bagi pertukaran akademik kedua negara." Tutup Sung.

Menutup rangkaian acara, Seong-soo Park, Chief Executive Officer Daewoong Pharmaceutical, menyampaikan harapannya agar peluncuran Enavogliflozin dapat menghadirkan opsi terapi baru yang bermakna bagi pasien diabetes tipe 2 di Indonesia. 

Sejalan dengan penguatan kerja sama akademik KDA-PERKENI, Daewoong berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan tenaga kesehatan serta berkontribusi aktif dalam peningkatan tata laksana diabetes di tanah air.

Editor : M. Erizal
#Daewoong Pharmaceutical Indonesia #enavogliflozin #diabetes