PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kantor Bank Indonesia (BI) Riau mencatat, transaksi QRIS Antarnegara di Provinsi Riau terus tumbuh positif hingga caturwulan I tahun 2026.
Kepala Kantor BI Riau, Panji Achmad mengatakan, nominal transaksi QRIS Antarnegara di Riau tercatat sebesar Rp18,64 miliar atau meningkat 202 persen secara tahunan, yang didominasi oleh transaksi inbound dari Malaysia.
”Pertumbuhan ini mempertegas besarnya potensi Riau sebagai simpul transaksi lintas negara, terutama melalui penguatan kanal pembayaran non tunai di titik-titik strategis,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara lebih luas, QRIS telah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi dan keuangan digital nasional. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS secara nasional telah mencapai 10,18 miliar transaksi, menjangkau 64,34 juta pengguna dan 46,60 juta merchant, dengan 93,2 persen di antaranya merupakan UMKM.
Baca Juga: Menyulam Masa Depan Digital, Bagaimana Epson SC-F20030 Mengubah Kain Jadi Kanvas Premium
”Di Provinsi Riau, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 1 juta merchant dan 1,2 juta pengguna, dengan volume transaksi mencapai 64,9 juta transaksi hingga Mei 2026,” lanjutnya.
Bank Indonesia memandang QRIS bukan hanya sebagai kanal pembayaran, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha untuk terhubung ke ekosistem ekonomi digital. Melalui pencatatan transaksi secara elektronik, QRIS dapat mendukung peningkatan transaksi, perluasan akses pasar, serta membuka peluang akses layanan keuangan digital bagi UMKM.(azr)
Editor : Arif Oktafian