Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terasi Terbaik Meranti dari Desa Ketapang Permai

Wira Saputra • Senin, 13 Juli 2026 | 11:42 WIB
Suryati pelaku usaha terasi bersama Kepala Desa Ketapang Permai, Safrizal, dan Camat Pulau Merbau, Hermansyah memperlihatkan produk hasil usaha, Ahad (12/7/2026).(WIRA SAPUTRA/RIAU POS)
Suryati pelaku usaha terasi bersama Kepala Desa Ketapang Permai, Safrizal, dan Camat Pulau Merbau, Hermansyah memperlihatkan produk hasil usaha, Ahad (12/7/2026).(WIRA SAPUTRA/RIAU POS)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Aroma khas belacan/terasi langsung menyambut se­tiap orang yang memasuki Desa Ketapang Permai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Di desa pesisir yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup sebagai nelayan itu, terasi bukan sekadar pelengkap masakan. Produk olahan berbahan baku udang pepai tersebut telah menjadi denyut ekonomi masyarakat selama puluhan tahun dan kini berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan yang membanggakan Meranti.

Di balik proses pembuatannya yang masih sederhana, terasi Ketapang Permai menyimpan cita rasa yang sulit ditemukan di daerah lain. Rahasianya terletak pada bahan baku utama berupa udang pepai segar hasil tangkapan nelayan di perairan sekitar Pulau Merbau. Kesegaran udang menjadi faktor utama yang menghasilkan aroma kuat, rasa gurih alami, serta kualitas yang membuat produk ini terus dicari para penikmat belacan.

Setiap musim panen udang, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut mampu memproduksi sekitar 5.000 keping terasi hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Dengan harga sekitar Rp2.000 per keping, produk itu telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Selatpanjang hingga Pekanbaru. Permintaan yang terus berdatangan menunjukkan bahwa terasi Ketapang Permai semakin mendapat tempat di hati konsumen.

Baca Juga: Danamon Dukung Startup Indonesia Tembus Pasar Global 

Kepala Desa Ketapang Permai, Safrizal, mengatakan usaha pengolahan terasi telah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi banyak keluarga. Kehadiran industri rumahan tersebut bukan hanya memberi nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

‘’Produk ini menjadi tambahan pendapatan bagi banyak keluarga di Desa Ketapang Permai,’’ ujarnya, saat berbincang beberapa waktu lalu.

Menurut Safrizal, hingga kini para perajin masih mempertahankan proses produksi secara tradisional karena dinilai mampu menjaga cita rasa khas. Udang pepai yang baru ditangkap terlebih dahulu dipilih berdasarkan kualitas terbaik, kemudian dibersihkan sebelum dicampur garam dengan komposisi tertentu. Selanjutnya bahan tersebut difermentasi selama beberapa waktu hingga menghasilkan aroma khas yang menjadi ciri utama belacan Ketapang Permai.

Setelah fermentasi selesai, adonan digiling hingga halus, dicetak menjadi kepingan-kepingan, lalu dijemur menggunakan sinar matahari. Proses penjemuran dilakukan sampai kadar air berkurang sehingga terasi lebih awet tanpa tambahan bahan pengawet. Cara tradisional tersebut tetap dipertahankan karena dinilai mampu menjaga rasa dan kualitas produk.

Baca Juga: Promo Kicau Galeri24 Tawarkan Diskon Emas Batangan

Mutu produksi juga dijaga sejak awal proses. Udang pepai yang baru ditangkap langsung diolah agar kesegarannya tidak berkurang. Area produksi selalu dibersihkan secara rutin, sementara proses pengeringan dilakukan di tempat terbuka agar terasi benar-benar kering secara alami. Langkah itu dinilai penting untuk mempertahankan aroma, kualitas, sekaligus menjamin keamanan pangan.

Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, mengatakan pemerintah kecamatan terus mendorong pengembangan UMKM berbasis hasil perikanan. Menurutnya, potensi tersebut harus diperkuat melalui dukungan sarana produksi, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

‘’Potensi ini harus dikembangkan secara serius. Karena itu, kami akan menggandeng instansi terkait untuk memperkuat kapasitas UMKM, mulai dari produksi hingga pemasaran,’’ ujar Hermansyah.(wir)

Editor : Arif Oktafian
#terasi meranti #ketapang permai #kepulauan meranti