Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IHSG Berpeluang Menguat

Tim Redaksi • Senin, 13 Juli 2026 | 12:18 WIB
ILUSTRASI Papan IHSG. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
ILUSTRASI Papan IHSG. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada awal pekan ini. Meski dibayangi ketidakpastian global, sentimen positif dari tren investasi berbasis akal imitasi (AI) dan prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga diperkirakan menjadi penopang pergerakan pasar.

Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat setelah tema investasi berbasis AI kembali menjadi perhatian investor. Sentimen tersebut dipicu oleh kenaikan saham produsen cip memori SK Hynix yang diperdagangkan di atas harga penawaran saat debutnya di pasar AS. ”Pasar juga mencermati risa­lah Federal Reserve yang menunjukkan para pembuat kebijakan masih terpecah mengenai arah inflasi dan suku bunga ke depan,” ujar Hans, Ahad (12/7).

Menurut dia, sebagian pejabat bank sentral AS masih bersikap hawkish karena inflasi dinilai berpotensi tetap tinggi. Pelaku pasar kini memperkirakan pe­luang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 69 persen. Selain itu, konflik AS-Iran kembali memicu kenaikan harga minyak dunia, tapi reaksi pasar dinilai masih relatif terbatas.  

Baca Juga: Terasi Terbaik Meranti dari Desa Ketapang Permai

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang tetap mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan sejumlah negara di kawasan. Selain itu, cadangan devisa Indonesia juga meningkat di atas ekspektasi pasar.

Hans menilai revisi proyeksi defisit fiskal pemerintah yang mendekati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) masih mencerminkan disiplin fiskal. Sebab, pemerintah juga melakukan penyesuaian belanja, termasuk efisiensi sejumlah program prioritas. ”Bursa saham Indonesia masih berpeluang menguat terbatas dengan support di level 5.912 hingga 5.607 dan resistance di kisaran 5.987 sampai 6.377,” ujar Hans.(mim/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#saham indonesia #ihsg #investasi #pasar modal