CIKARANG (RIAUPOS.CO) - PT Selatox Bio Pharma (Selatox) merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika, mengumumkan telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (20/7/2026).
Sertifikasi CPOB tersebut menjadi pengakuan resmi bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh BPOM.
Dengan pencapaian ini, Selatox memperkuat pondasi produksi yang andal untuk menghasilkan produk biofarmasi estetika berkualitas tinggi, sekaligus mempercepat langkah perusahaan dalam mewujudkan visi sebagai pusat manufaktur bertaraf global.
Mengusung tema "Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty," acara peresmian ini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya sertifikasi CPOB sekaligus memperkenalkan kapabilitas manufaktur Selatox.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), organisasi profesi di bidang kesehatan, klinik estetika, tenaga kesehatan, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Joh Young Hoon, Chief Executive Officer of Selatox menegaskan Perolehan sertifikasi CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox.
"Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan. Melalui proses produksi yang presisi dan standar pengendalian mutu yang ketat, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan para mitra kami.” ungkap Joh.
Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A. Dengan diperolehnya sertifikasi CPOB, fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox secara resmi telah diakui memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM, sehingga semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk berkualitas yang memenuhi standar internasional.
Agus Tjahajana Wirakusumah, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan “Sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan,"
"Kehadiran fasilitas manufaktur seperti PT. Selatox Bio Pharma diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.” tutup Agus.
Baca Juga: Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
Seiring dengan peresmian fasilitas manufaktur dan diperolehnya sertifikasi CPOB, Selatox berkomitmen untuk mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, mengatakan, “Kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi serta pencapaian sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)."
Berlandaskan kualitas dan kepercayaan, Selatox juga menargetkan untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan manufaktur biofarmasi bertaraf global.
Fasilitas manufaktur yang baru diresmikan ini dilengkapi dengan sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur secara menyeluruh. ***
Editor : Edwar Yaman