BI Salurkan Insentif KLM Rp431,9 Triliun ke Perbankan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:18 WIB
Perry Warjiyo. (jpg)
Perry Warjiyo. (jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bank Indonesia (BI), mencatat hingga pekan pertama Juli 2026, nilai insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensia (KLM) yang telah diterima perbankan mencapai Rp431,9 triliun.

Gubernur BI Perry, Warjiyo mengatakan BI terus mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan mengoptimalkan KLM. Tujuannya untuk mendo­rong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor-sektor prioritas.

“Hingga minggu pertama Juli 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp431,9 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp369,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp62,9 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (22/7).

Baca Juga: Sarapan Sepuasnya di Novotel hanya Rp89.999 per Pax

Perry menjelaskan, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp219,6 triliun, BUSN sebesar Rp172,5 triliun, BPD sebesar Rp31,7 triliun, dan KCBA sebesar Rp8,1 triliun.

Sementara itu, untuk sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas. Mencakup sektor pertanian, industri dan hiliri­sasi, sektor jasa, termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan.

Perry memastikan bahwa BI terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif, antara lain melalui penguatan KLM untuk mendukung pendalaman pasar uang.

Baca Juga: New XForce HEV Resmi Mengaspal di Pekanbaru, Yuk Check Harga dan Spesifikasinya!

Serta kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN).

Kebijakan ini telah dimanfaatkan oleh bank sejak 1 Juli 2026 untuk meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam memperoleh pendanaan, guna terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan.

”Koordinasi dengan pemerintah, KSSK, dan perbankan juga diperkuat untuk menjaga ketahanan likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan,” ujarnya.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial bi klm bank indonesia