Pemerintah Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:53 WIB


Purbaya Yudhi Sadewa. (JPG)
Purbaya Yudhi Sadewa. (JPG)
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah mulai mengalihkan fokus ke paruh kedua tahun ini. Setelah pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat pada kuartal II akibat gejolak global, pemerintah optimistis laju ekonomi kembali menguat pada semester II 2026. Sejumlah stimulus tengah disiapkan agar target pertumbuhan 5,6-6 persen tercapai. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut Purbaya, tekanan eksternal meningkat sepanjang kuartal II. Pemicunya antara lain eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal. ”Tapi, fondasi ekonomi domestik masih kuat. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan karena daya beli masyarakat relatif terjaga,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK III 2026 di Jakarta, Senin (3/8). 

Baca Juga: Rp2,708 Juta per Gram, Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 5 Agustus 2026, Bagaimana Harga Emas Galeri24 dan UBS?

Pemerintah juga terus mengoptimalkan peran APBN melalui berbagai program, mulai perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, hingga stimulus selama libur sekolah. ”Daya beli masyarakat tetap terjaga dalam mendukung konsumsi rumah tangga,” imbuhnya.

Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi kuartal II diperkirakan melambat. Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga, pertumbuhan diperkirakan berada di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen. ”Kalau kita lihat prediksi empat lembaga, kelihatannya di bawah 5,6 persen untuk kuartal kedua. Tapi mungkin tidak jauh dari 5,4 persen. Jadi melambat, tetapi tidak parah,” ujarnya.

Namun, pemerintah yakin kondisi akan membaik pada semester II. Koordinasi dengan Bank Indonesia diperkuat untuk memastikan seluruh mesin pertumbuhan kembali bergerak. ”Kami akan berkoordinasi lebih erat dengan Bank Indonesia untuk memastikan semua mesin pertumbuhan berjalan. Kami juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian,” jelasnya. 

Baca Juga: Angkasa Garden Hadirkan Promo Kemerdekaan 

Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif baru, termasuk kemungkinan stimulus bagi kendaraan listrik. Di sisi lain, likuiditas sektor keuangan akan dijaga dan iklim investasi terus diperbaiki. ”Kami juga akan memastikan belanja pemerintah pada semester kedua lebih lancar dibandingkan semester pertama. Kami memprediksi ekonomi semester kedua bisa tumbuh 5,6 sampai 6 persen dengan kerja keras,” paparnya.

Di tengah ketidakpastian global, pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih menunjukkan daya tahan. Yield SBN acuan tenor 10 tahun naik 31 basis poin secara kuartalan menjadi 7,14 persen pada akhir kuartal II 2026.

”Kenaikan dipicu eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga memicu sikap hati-hati investor,” tutur Purbaya.(mim/dio/jpg) 

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 target ekonomi 6 persen Purbaya Yudhi Sadewa